Puisi Renungan Hati Islami : Yang Terakhir

Puisi Renungan Hati Islami : Yang Terakhir

Yang Terakhir

Kehidupan ini akan berakhir
bumi yang kau agungkan ini akan hancur
dan air berhenti mengalir
dan gunung siap untuk melebur

bila kita terus seperti ini
mengais-ngais kenikmatan tak berarti
hasrat penuh dengan nafsu duniawi
lupa memberi makan sang rohani

siapa di sana yang akan menanti
mempertanyakan amalan setelah mati
malaikat dengan cambuk dan belati
atau menyajikan padangan indah semi surgawi

siapkah kita untuk itu semua
karena takkan kesempatan kedua
bilamana kau sedang tertawa
dan usai milikmu sebuah masa

ini yang terakhir
usahamu merayu Illahi
saat kau mengucap takbir
untuk melintasi kehidupan setelah ini

#NULISRANDOM2015

Gak nyangka beneran bisa nyelesaikan 30 hari terus menulis di blog. Seakan-akan imajinasi itu bermain-main sendiri dalam kepala ini. Bermula dari celoteh di grup BBM yang setelah itu tercetus lah tantangan ini dari seorang yang suka menantang orang :D karena pantang di tantang, jadilah 30 hari dengan terseok-seok tetap rutin menulis. pertamanya lancar membuat postingan terjadwal. besok-besoknya malah utang tulisan. bersama rekan-rekan lainnya saling menyemangati di grup BBM. dan akhirnya selesai. Sampai bertemu di tantangan berikutnya kakak-kakak dan abang-abang yang ucul nan kiab :D

Cerpen Kisah Pernikahan Baru : Bila Ini Saat Terakhir Bersamamu

Cerpen Kisah Pernikahan Baru : Bila Ini Saat Terakhir Bersamamu


"Bang, jika aku lebih dulu menemui Illahi kau akan baik saja kan?" ujar perempuan muda itu sambil tersenyum menatap lelaki yang berada di depannya.


"Dirimu bicara apa Dik, kita baru setengah tahun bersama mengapa kau bertanya tentang hal itu?" balas lelaki yang sore ini mengenakan kemeja oranye sambil menujukkan wajah gusar.


"Kau tak memiliki penyakit parah sebelumnya kan, Dik?" lanjutnya. Perempuan bertudung hijau itu menggeleng mantap sebagai jawaban tidak.


"Takdir memang sudah menuliskan pertemuan kita bang. Namun takdir juga berhak memisahkan kita tanpa alasan di luar logika manusia."


"Abang percaya takdir, dan jika itu terjadi tentu tak ada yang bisa abang perbuat selain mendoakan mu dik. Abang juga tak bisa berjanji jika dirimu yang lebih dulu abang tetap setia pada cintamu di dunia ini." jawab lelaki itu jujur. Lalu lelaki itu bertanya balik,"Bagaimana jika Abang yang lebih dulu menghadap Illah, Dik?"


"Aku akan mati bang. Aku akan membunuh diriku di dunia fana ini." jawab perempuan muda itu dengan tenang lalu menyesap lemon tea hangat miliknya. sementara sang lelaki terperanjat dan matanya terbelalak.


"Maksud mu apa dik?! selemah itukah iman mu?! ku nikahi kamu karena keteguhan agamamu! dan hanya karena kepergian diriku kau akan melakukan hal yang di laknat Allah?!" sentak lelaki itu keras sampai kopi miliknya sedikit terguncang. Burung-burung gereja yang sedang asik istirahat di pohon cemara taman kecil mereka pun terbang karena terusik.


"Bang, tidak sesederhana itu." Wanita itu berusaha menenangkan lelakinya sambil menangkupkan kedua tangannya di tangan sang lelaki yang sedang mengepal di atas meja. ia melanjutkan jawabannya. "Jumlah lelaki dan wanita saat itu perbandingannya sangat kontras. Jika aku kehilangan mu Bang, maka aku takkan mungkin menikah lagi. Aku takkan pernah menikah dengan lelaki yang sudah pernah menikah apalagi poligami. Sehingga aku harus membunuh perasaanku agar perasaanku kepadamu tetap terjaga. Jika kau pergi setelah kita memiliki keturunan, maka aku harus membunuh nafsu duniawi ku. aku hanya mengurus anak dan mencari nafkah untuk seluruh kebutuhan mereka. tak lebih, untukku hanya jika aku benar-benar butuh. aku akan tetap melanjutkan hidup tanpamu bang, aku tetap makan dan sehat tanpamu bang, aku malah akan lebih banyak beribadah agar di kehidupan selajutnya kita dapat kembali di pertemukan. Dunia ini fana, yang ku inginkan adalah cinta abadi di kehidupan berikutnya bang."


"Dik... sungguh aku yang menjadi rapuh mendengar jawabanmu. sungguh aku yang menjadi sangat takut kehilanganmu. Seakan-akan aku takkan bisa sendiri tanpa seorang pendamping..." lelaki itu menggenggam erat tangan perempuannya.


dan di sore yang semakin meredup mereka menyelesaikan diskusi mereka dengan saling menyentuhkan dahi mereka satu sama lain.

*****
*Terinspirasi dari pasangan muda yang sangat bijaksana.


Cerpen Islami Rasa tanpa Rasa

 Rasa tanpa Rasa

"Fan...." panggil ku. yang empunya nama tak bergeming. "Fanny..." ulang ku lagi. Fanny masih terseyum-seyum sendiri menatap layar smartphone miliknya.
"FANNY!" sentakku kencang sambil memukul bahunya. Fanny terlonjak.
"UWOY! Biasa aja kali manggilnya! kaget aku." sejenak perhatiannya menoleh kepada ku. beberapa detik kemudian ia kembali menekuni layar smartphonenya. Aku jadi geram sekali. "liat apa sih?" tanya ku penasaran.
"Eheheheee, cakep gak?" Fanny menunjukkan layar hapenya ke arahku. aku melihat seorang lelaki dengan tampang setelan ikhwan1 tersenyum lebar menghiasi layar hape Fanny.
"Siapa?" tanya ku.
"Belum kenal sih, tapi orangnya ramah lo. Aku udah ngeadd facebooknya, follow twitter sama IG nya trus juga aku udah ada pin BB nya. Linenya juga ada. hehehehe." kata Fanny dengan wajah kesemsem.
"Jadi apa kabar dengan Akhi2 yang kemarin sudah datengin Ayah mu buat ta'aruf itu?"
"Belum ku jawab Sher... Aku ragu..."
"Kenapa?karena kamu suka dengan ikhwan ini?" desakku sambil menunjuk lurus ke hape Fanny.
"Hush! enggaklah, aku kan cuma menjalin pertemanan Sher! Sillaturrahmi lo!" Lalu Fanny memasang wajah bingung.
"Nah lo, wajah kamu menggambarkan kegundahan mu Fan...." usikku. Fanny terdiam. Matanya menatap lurus seakan menembus dimensi yang lain.

Aku dan Fanny dibesarkan di lingkungan pesantren. Kami berdua tidak pernah pacaran karena tau hukumnya mendekati zina. Sekarang umur kami sudah 22. Fanny sudah menyelesaikan kuliah ekonomi syariahnya tahun lalu. Sementara aku masih sibuk menyusun skripsi di jurusan farmasi. walau belum selesai aku menerima ta'aruf dari seorang lelaki bulan lalu. Usai aku wisuda lelaki itu janji untuk segera mengkhitbah. sejauh ini kami baru dua kali bertemu. Sementara Fanny, perawakannya yang feminim, lembut, cantik dan sholehah menjadi incaran banyak lelaki. Namun, setahun ini sudah belasan lelaki yang ia tolak. Fanny terlalu takut karena ya seperti tadi, ia suka berteman dengan ikhwan-ikhwan cakep yang berseliweran di media social tapi malah tidak ada yang berani mendatangi ia secara syariat. sering aku ingatkan, tapi alasan Fanny adalah untuk sillaturrahmi.

"Sudah ishtikoroh?" tanya ku pelan. Fanny membalasnya dengan gelengan kepala yang pelan pula.
"sama seperti sebelum-sebelumnya Sher, gak ada jawaban..." keluhnya.
"Berarti ada yang tidak betul Fan, kamu istikhoroh mempertanyakan seseorang yang datang untuk hati mu. padaha; di hati mu sudah ada rasa untuk yang lain... bagaimana jawaban itu bisa masuk..?" cecarku.
"Tapi sungguh Shera...aku gak ada rasa! sungguh!"
"Kalau gak ada rasa kenapa senyum-senyum lihat foto tadi?"
"Yaaaa kan aku suka lihat cowok yang tampangnya manis Sheer... ini bukan Rasa kok, cuma suka liat mukanya aja..."
"Yaelah Fan, Rasa tanpa Rasa omong kosong macam apa itu."
"Jadi aku harus memutuskan jalinan sillaturahmi dengan ikwan-ikwan cakep ini?" Fanny men-scroll daftar pertemanan di Facebooknya.
"Bukan di putuskan, tapi berkomunikasilah seadanya. jangan sering lihat fotonya. ingat! Pandangan pertama itu nikmat, pandangan kedua itu maksiat."
"Lah,itu kan cuma berlaku pas orang aslinya lewat?" Fanny mengelak polos.
"Jaman Rasul belum ada Instagram Fanny! Aqli di pake dong. Naqli juga dipahami bener-bener! iiiihhhh" aku mencubit pelan lengan Fanny dengan gemas.
"Aw,aw, iya deh iya!" Fanny menepis tanganku dari lengannya.
"gini aja deh, aku sita smartphone mu 1 minggu aja. selama itu dirimu harus istikoroh. tepiskan semua rasa yang ada. netralkan hatimu. tanya sungguh-sungguh sama Allah. nanti kalau sudah ada jawaban segera kasih kepastian!" aku merampas smartphone dari tangannya. Fanny terseyum dan setuju dengan jalan keluar dari ku. ia memang benar-benar kecanduan smartphone belakangan ini.

Ah, Rasa tanpa Rasa. Sesulit itu kah mengendalikannya?

*1: lelaki muda berjanggut tipis tanpa kumis dan berwajah bersih terlihat rajin beribadah
*2: sebutan untuk saudara laki-laki dalam bahasa arab
#NULISRANDOM2015

Flash Fiction bertema Perang Kabut Kelabu Jam 6 Pagi

Kabut Kelabu Jam 6 Pagi

Masih jam 6 pagi. Langkah kakiku yang di balut kaus kaki dan beralaskan sendal menyusuri jalanan dari masjid menuju kembali ke rumah. Bersama beberapa nenek-nenek yang sudah mulai terseok-seok melangkahkan kakinya. Ada pula beberapa ibu-ibu yang sibuk memegang sarungnya sambil sedikit berlari mengejar anak kecilnya yang kesana kemari. Lasak.

Aku menatap langit. terlihat kabut kelabu di jam 6 pagi ini. Tak biasanya seperti ini. Seharusnya aku sudah bisa melihat guratan cahaya matahari yang tersirat di balik awan, muncul dengan malu-malu. tapi hari ini terlalu kelabu.

Sedikit aku menghirup udara berharap dapat menangkap oksigen karena kurasakan dadaku perlahan terasa sesak. Tapi bukannya segar aku malah semakin sesak nafas. Ku tarik lagi nafas ku lebih dalam. Aku malah merasa ingin muntah. Sesak nafas. Mual. kepala ku pusing karena benar-benar kekurangan oksigen. mataku sayup-sayup menangkap pandangan nanar seorang nenek yang sudah terduduk di jalanan. ku putar lagi arah pandangan ku yang semakin samar, sang ibu dengan nafas satu-satu memeluk anaknya yang menangis karena sudah sangat sulit bernafas. Aku melihat ke atas dan mendapati sebuah kapal terbang dengan kecepatan tinggi melintas. kapal terbang yang saat kecil aku senang karena asapnya membentuk awan-awan lucu di angkasa. dan aku sadar...

inikah senjata biologis yang mereka bicarakan itu? dan jam 6 pagi di antara kabut kelabu, desaku menjadi korbanya.

#NULISRANDOM2015

Mantra Cinta Paling Ampuh

MANTRA

Ku rapalkan kata-kata dari berbagai dukun ternama
hanya untuk menarik perhatian mu saja

kasih ku...

Ku rapalkan kata-kata dari berbagai buku mujarab
hanya untuk pandangan mu ke arah ku terikat

kasih ku...

Ku rapalkan kata-kata dari petuah pejuang cinta yang ku jumpa
hanya untuk memikat hatimu yang tak kunjung terbuka

kasih ku...

Sampai akhir ku baru temukan sebuah mantra
Mantra cinta paling ampuh yang baru tahu

kasih ku...

Mantra yang ku bisikkan ke bumi
lalu menembus langit
Mantra yang langsung masuk ke hati
membuang rasa yang pahit

Mantra itu bernama...
DOA

yang selalu ku panjatkan
untukmu
Kasih ku...

#NULISRANDOM2015

Langit tanpa ujung

tapak-tapak kecil melangkah
menyusuri bunga-bunga yang baru merekah
pipi bundar yang memerah
terseyum lugu kembali ke Illah

tangan kecil mengapai-gapai
menyusuri jalanan tanpa henti
hitam berbinar menembus hati
mata yang sebelumnya pernah tersakiti

mereka bayi-bayi tak berdosa
yang muncul ke dunia tanpa sengaja
lalu hilang sia-sia
di telan nafsu dan emosi jiwa

mereka berjalan di langit tanpa ujung
menunggu waktu yang memberi penghujung
di hari kebangkitan
di hari pembalasan

mereka akan menanti orang yang mengembalikan mereka dengan cepat ke pada Illah.

*untuk bayi-bayi yang nyawanya nyaris tak berharga di mata fana manusia jahannam

#NULISRANDOM2015

In The Past

When I remember
A world before crazier
When every one
Right keep smile
Puisi bahasa inggris terbaru

When I remember
My kid world
No problem
No lie

But when I see
My world now
I grow up
To be teenager

Everyone changes
Everyone is busy
Everyone not cares
Everyone



#NULISRANDOM2015

tulisan ini sudah pernah di muat di personal blog saya tahun 29 Mei 2011

Sepasang Burung dengan Sepasang Sayap

Sepasang burung dengan sepasang sayap

Bisakah mereka terbang?

Ranting yang tertaut di pohon tanpa akar

Bisakah mereka berdiri?


puisi romantis terbaru


Dan aku,

Hanya burung dengan sebelah sayap

Dan aku,

Hanya ranting tak bertaut di pohon tanpa akar




Aku tak bisa lari

Aku tak bisa pergi

Menjangkau langit

Tanpa sepasang sayap yang menemaniku




Temukan aku

Bantu aku

Agar aku bisa

Berdiri dan terbang menatap dunia




Seseorang, yang memiliki

Sepasang sayapku

Seseorang, yang menyimpan

Tautan rantingku



#NULISRANDOM2015
tulisan ini sudah pernah di muat di personal blog saya tahun 7 juli 2010

SIA

HAUS!
LAPAR!
PANAS!
ARGH!

Ramadhan ke berapa ini?
dan kau sia-sia kan dengan kata-kata ini?

#NULISRANDOM2015

UJIAN

aku di uji
namanya ujian

setiap tahun di uji
namanya ujian

SD di uji
namanya ujian

SMP di uji
namanya ujian

SMA di uji
namanya ujian

Kuliah di uji
namanya ujian

Hidup di uji?
setelah Mati hasilnya

#NULISRANDOM2015

Disana

Disana terbaring raga

Disana terbaring sukma

Satu menghirup udara

Satu menghirup senyawa tak bernama

berada berdambingan tapi tak menyatu

berusaha menggapai satu dengan yang satu

apa daya gerak terpaku

bergerak di bawa nafsu

Disana terbaring raga

Disana terbaring jiwa

Katanya satu jiwa

Katanya.

#NULISRANDOM2015

Kelu

semua bergerak begitu lambat
padahal waktu terus berlalu begitu cepat

manusia berlari-lari di tempat
mengejar sesuatu dengan tersendat-sendat

entah apa yang akan mereka dapat
sementara jarum jam tak pernah terlambat

sudah sering medapat azab menyengat
tak membuat manusia tetap teringat

semua bergerak begitu lambat
padahal waktu berlalu begitu cepat

besok,

KIAMAT

#NULISRANDOM2015

Luka

Hari ini Ramadhan. Melihat status dari blackberry messengerku,  teman-teman dari kampus yang lain sudah pada pulang kampung dan menghabiskan Ramadhan pertama dengan keluarganya. Sementara aku, sore ini berjalan pelan ke kos sambil menenteng satu plastik gorengan dan satu plastik es koteng.

Kampus ku memang belum libur semesteran. Ujian akhir semester saja belum. Mana perduli pihak kampus bahwa Ramadhan pertama adalah momen penting untuk keluarga. Yang penting semua berjalan lancar sesuai kalender akademik yang telah di buat dari awal. Beberapa fakultas yang menerapkan sistem blok, tidak mengikuti kalender kampus sudah menyelesaikan ujian-ujian sehingga mahasiswanya bebas dari beban perkuliahan dan dapat menjalani liburan selama bulan Ramadhan. tapi tidak dengan Fakultasku yang sangat patuh dengan pihak kampus.

Sejak 3 hari sebelum Ramadhan, Umi bolak-balik menelpon ku bertanya apakah aku akan pulang pada Ramadhan pertama. Berat hati dan menahan tangis aku jelaskan pada Umi bahwa aku harus masuk 3 mata kuliah pada Ramadhan pertama. Belum lagi hari kelima Ramadhan aku harus mengikuti ujian akhir semester. Aku mengatur suara ku sedemikian rupa agar Umi tak curiga bahwa aku sedang kangen sekali dengan beliau. Maklum, ini Ramadhan pertama tanpa Umi. Padahal tahun lalu kami kehilangan Abi. dan tahun ini aku tak ada di sisi Umi.

Kos ku sudah dekat. Aku sudah lemas sekali karena tidak sempat sahur tadi pagi. Biasanya Umi yang membangunkanku untuk sahur pertama. Tinggal menyebrang aku sudah masuk ke gang menuju kos ku. Ah, teman sekamar ku pun dua hari lalu sudah pulang kampung. sementara aku...

"ADHAAAN!" sekilas aku mendengar seperti suara Bang Fajar, murabbiku meneriaki ku dari belakang.
*****
"Astagfirullah dek, Ramadhan! Ramadhan!" Fajar memeluk tubuh adik asuhnya yang bersimbah darah. Orang-orang langsung mengerumuni Fajar dan Ramadhan. Sementara mobil yang menabrak Ramadhan langsung kabur. Dan orang-orang kebanyakan mengupat marah pada mobil yang melarikan diri itu. Fajar walau kalut ia masih bisa berpikir lurus. ia meraih pergelangan tangan Ramadhan untuk mengecek nadinya. tak dapat di rasakannya, ia sedikit menekan jarinya pada leher Ramadhan. sudah tak ada sedikitpun denyut disana.
"Innalillahi wa innailaihi Ra'jiun...." Fajar menangis sambil mengusap pelan wajah Ramadhan. Darah ikut melekat di telapak tangannya. Orang-orang menatap iba. beberapa mendekap mulut mereka. beberapa lagi menelpon meminta bantuan. dan beberapa malah memotret.

Darah,gorengan dan air es koteng berserakan di jalan mejelang buka puasa pertama Ramadhan kali ini.

#NULISRANDOM2015

STATUS



“Kalian pacaran, Do?” tembak Cris padaku tiba-tiba.
“Hah?ahahaha! aku?sama dia? Pacaran..?” elakku spotan dan ku lanjut,”eh,dia siapa maksudmu?” tanya ku pura-pura tidak tahu siapa yang Cris maksud. Cris spotan menonjok lenganku.
“Dasar somplak!”
*****
PING!!!

Aku membuka smartphone ku.

Rido aku sudah siap kuliah, aku tunggu di tempat biasa

“Tuh kan, benar kalian pacaran!” kata Cris yang ternyata diam-diam melihat layar smartphoneku. Padahal tadi dia sedang fokus memperbaiki alat soxletasi laboratorium kami yang rusak.
“gak sopan,” ujarku. Aku bergegas membereskan alat-alat praktikumku. “Aku pulang dulu, nanti aku balik lagi. Tolong jagakan penelitian ku ya. kadang praktikan yang masuk suka penasaran.” Pesan ku sebelum keluar. Dan Cris mengangkat jempolnya.

*****

Cris sangat penasaran dengan wanita yang selalu bersamaku saat pergi dan pulang kuliah. Soalnya selama ini Cris tau aku tak pernah dekat dengan wanita manapun. Namun usai libur semester aku memang terlihat tiba-tiba menjadi sangat dekat dengan seorang wanita yang kebetulan satu fakultas namun beda jurusan dengan ku. Dan sebelumnya aku juga tidak terlihat ada interaksi dengannya. 

Aku menghentikan sepeda motorku di depan masjid. Terlihat wanita itu sedang duduk di pelataran masjid sambil menulis jurnal bersampul biru. Melihat sepeda motorku ia segera membereskan barang-barangnya dan berjalan mendekatiku.
“Lama gak nunggunya, sayang?” aku mengecup ubun-ubunnya pelan.
“Enggak kok. Ayo pulang sekarang, sudah mau Maghrib nih.” Ia segera naik dan duduk menyamping di belakangku.
“Iya, Bismillah...” Aku memacu sepeda motorku kearah rumah. Rumah kami. 

Mungkin minggu depan setelah KTP baru ku selesai aku akan menunjukkannya pada Cris tentang status baru ku. Agar Cris tidak salah duga lagi mengira aku pacaran dengan wanita ini. Dia bukan pacarku. Tapi Istri yang telah ku halal kan saat libur semester 6 kemarin.

#NULISRANDOM2015

Selamat Datang

Beberapa hari lagi ramadhan tiba
dan apa yang telah ku persiapkan?
bukan hanya tahan lapar dan dahaga
tapi harus kokoh kan benteng keimanan

beberapa hari lagi ramadhan tiba
dan apa yang telah ku persiapkan
bukan hanya undangan buka bersama saja
tapi rasa tulus dan sebuah keikhlasan

beberapa hari lagi ramadhan tiba
dan apa yang telah ku persiapkan?
bukan hanya ikut acara di sini dan di sana
tapi juga berusaha khatam Al-Qur'an

Marhaban ya Ramadhan

#NULISRANDOM2015

Jam 2.45 Pagi

Aku terbangun dan menangis
termangu menatap bayangan yang belum tertapis

perasaan ini layaknya duri kecil
yang aku tak tahu dimana ia menyempil

sudah 3 tahun silam,
tapi masih ada rasa tertanam

tak tahu apa yang harus ku cabut
merasa hati masih tertaut

aku takut kutukan itu nyata
padahal seharusnya aku hanya takut pada Tuhan saja

masalahnya sampai sekarang kami belum berjumpa
menutaskan perasaan yang masih ada

aduh, apa ini hanya aku
sementara dia telah bergerak jauh dan berlalu

ampun,
esok,aku takkan berani bermain dengan perasaan manapun

hati ku harus membangun kekuatan
menanti perasaan sejati yang layak untuk di perjuangkan

Semoga,
Bismillah

#NULISRANDOM2015

SPEAK UP #3

Latif mengamati brosur daftar seluruh ekstrakulikuler yang di beri Eza.
"lo harus pilih minimal satu tif, di sini setiap siswa wajib mengikuti salah satu ekskul, kalo lo mau lo ikut klub basket gue aja. lo kan lumayan tinggi tif." ajak Eza. Latif dengan mantap menggeleng. cowok berambut ikal ini sangat tidak meyukai olahraga. dengan cepat ia menjawab,"aku scrabble aja deh."
"mau gue kawanin daftarnya?" ujar eza. Latif mengangguk pelan.

Suatu Siang di Dalam Angkutan Umum

Siang ini terik sekali, aku sampai beberapa kali salah menyetop angkutan umum. aku mau menyetop angkot 110 berwarna kuning. entah kenapa aku malah menyetop setiap angkot yang berwarna kuning. 10,11,132.... ah, hari ini memang terik sekali.

Aku melamun sejenak lalu tersentak karena melihat angkot kuning bernomor 110 telah lewat di depan ku. syukurlah ada orang yang turun tak jauh dari tempat ku berdiri. Segera aku berlari setelah menepok jidat sendiri atas lamunan ku.

Seorang wanita muda bergeser saat aku naik. Memberi ku tempat. Dan seorang ibu yang memakai jilbab lebar namun super tipis sehingga aku bisa melihat kalung di lehernya serta rambutnya yang di gelung berantakan sedang menatap ku dari atas sampai bawah. Mungkin karena baju dan jilbab ku yang dobel sana dobel sini. Jujur harinya memang panas, namun bukan karena pakaian yang ku gunakan.

Terkantuk-kantuk aku dalam angkutan umum ini. Lalu seorang ibu naik dan langsung mengeluh kepada semua penumpang. "Aduuh buuuk, panas banget hari ini ya. Aduh kacanya ga bisa di buka ya?" semua penumpang hanya terseyum menanggapi perkataan sang ibu. Si ibu melihat seorang anak kecil yang di pangku ibunya telah basah bersimbah keringat. "Aduuuh pak supirr, ga bisa di buka ya kacanya apa? liat ini anak kecil kepanasan keringetan. gak ada yang punya tissue?" , Pak supir menyahut dari depan, "Bisa buk! agak tekan sikit bukaknya!"

Aku segera merogoh kantungku dan mengeluarkan tissue, "Ini bu." si ibu menoleh dan mengambil tissue dari tangan ku. ia segera mengusap keringat di wajah dan leher si anak. lalu ia berusaha membuka jendela angkutan umum yang kami naiki. ternyata upaya nya tak berhasil. "aduuuuh pak supiiiir, gak bisa di buka ini..!"

Angkutan kami berhenti. lalu pak supir turun dan membukakan semua jendela kendaraannya. "Memang agak susah ini bu." kata pak supir dan kembali ke bangku supir.

Tujuan ku sudah sampai."Pinggir,Pak" aku bergegas turun setelah menyunggingkan sedikit senyum ke arah para penumpang angkutan. aku menyodorkan beberapa lembar uang seribuan.

Angkutan umum itu pergi. dan entah kenapa aku senang bertemu dengan ibu tadi.

#NULISRANDOM2015

Flo



Melihat tawamu.. Mendengar senandungmu... 

“Jreng....”,”Me..li..hat tawa...mu.. Mende...”

“Berenti wooy! Pales tauk! Tau kau faaaallls!” Flo memunculkan kepalanya  dari jendela sambil mengayun-ayunkan ukulele miliknya kearah Bagas yang sedang berlatih gitar di halamannya. Tepatnya di depan jendela kamar Flo. Mereka adalah tetangga.

Flo loncat dari jendelanya,”baru beli ya? kok gak minta aku ajarin aja sih? Kan aku sudah pro nih masalah ginian.” Kata Flo sambil menyentil senar gitar Bagas. “Jring..” Bagas masih tak bereaksi.

“Fals nih senarnya, belum kau atur ini nadanya. Gimana siiih!” Flo gemas dan beranjak mengambil gitar Bagas untuk di atur kuncinya. “E...eeh Ja..jangan Flo!” Bagas memeluk gitarnya dan menjauh dari Flo.

“Loh? Kenapa?” Flo mengernyitkan dahi lebarnya.

“Aku mau belajar sendiri.” Ujar Bagas tegas. Flo terdiam. Lalu balik badan kembali masuk dari jendela kamarnya.

“Terserah kau deh”
***
Terlihat jelas dimataku Warna - warna indahmu

Sejak dulu Bagas selalu di bantu Flo. Flo yang ceria,enerjik, usil dan selalu penuh tawa. Flo yang selalu perhatian dengan Bagas lambat laun membuat Bagas sadar suatu hal. Entah sejak kapan Bagas mulai merasa bahwa ia tak boleh selalu di bantu Flo. Karena ia merasa tak selamanya Flo selalu ada untuknya.

Setidaknya ada hal yang bisa ia lakukan murni tanpa bantuan Flo. Ia mulai mencoba gitar. Ia tau Flo sering bermain ukulele dan bernyanyi sampai terdengar ke rumah Bagas. Suara Flo merasuki dirinya. Bagas juga ingin saat ia lancar bermain gitar tanpa bantuan Flo, permainan gitarnya akan membuat Flo terkesan dan merasakan suara itu merasuki diri Flo juga.
***


Menatap langkahmu Meratapi kisah hidupmu

“Besok aku pindah Gas.” Tiba-tiba Flo sudah di samping Bagas yang sedang berlatih dengan gitarnya. “Eiiihhhaah??!” Bagas menanggapi dengan respon sangat terkejut. Pertama ia kaget karena Flo tiba-tiba datang setelah dua minggu Flo mengacuhkannya karena masalah kunci gitar itu. Kedua ia kaget karena Flo bilang akan pindah.

“Ke ma.. eh, kok itu tiba,eh kapan?” Bagas dengan kacau menyampaikan pertanyaannya. Flo tersenyum simpul. Dan menjawab, “Bandung. Ayah juga baru bilang 5 hari lalu. Besok berangkatnya.”

“Kok gitu,eh aku harus gimana, aduh eh,” Bagas menanggapi dengan sangat kacau. Terlihat wajahnya kalut dan bingung.

“Apaan sih, udah ah aku mau bantu Mama lagi. Udah dari kemaren sih beres-beresnya.”
***

Terlihat jelas bahwa hatimu Anugerah terindah yang pernah kumiliki

7 Tahun bersama bukan waktu yang singkat. Flo pindah ke samping rumah Bagas saat mereka kelas 4 SD. Flo masuk sekolah Bagas. Saat itu Bagas sering di jahili di sekolah. Tapi sejak ada Flo hadir di sampingnya, seakan-akan ada malaikat pelindung yang menjaganya. SMP juga begitu. Dengan semangat Flo selalu mendukung Bagas saat ia mengikuti Olimpiade sampai tingat Provinsi. Ketika gagal dalam seleksi Nasional pun hanya Flo temannya yang tak mencibir dirinya karena gagal membawa nama sekolah ke kancah Nasional.

Besok Flo akan pergi dan Bagas takkan tau kapan bisa bertemu lagi.
***

Sifatmu nan s'lalu Redakan ambisiku Tepikan khilafku Dari bunga yang layu

 Bandara Polonia.

“Flo.” Gumam Bagas sebelum Flo masuk ke ruang tunggu.

“Eh? Kau ada memanggilku barusan,Gas?”  Flo menoleh. Bagas terkejut karena Flo mendengar gumamannya. Dan ini membuat tekadnya sedikit lebih besar untuk memberikan yang terbaik sebelum Flo benar-benar pergi.

Jreeng...” Bagas memetik Gitar yang di genggamnya sedari tadi.

Melihat tawamu Mendengar senandungmu Terlihat jelas dimataku Warna - warna indahmu
Menatap langkahmu Meratapi kisah hidupmu Terlihat jelas bahwa hatimu Anugerah terindah yang pernah kumiliki.....” Dengan tangan gemetar Bagas menyelesaikan Lagu Sheila On Seven itu.

“Terimakasih Bagas, sekarang aku takkan galau untuk pergi. Aku pasti kembali untuk menemuimu..”
Dan Flo bersama kedua orangtuanya terseyum memasuki ruang tunggu Bandara.
***

Saat kau disisiku Kembali dunia ceria Tegaskan bahwa kamu Anugerah terindah yang pernah kumiliki....

Bandara Internasional Kuala Namo.

“Bagas, I’m Back” Seorang wanita segera berjalan menuju seorang lelaki yang sedang mengembangkan tangan untuk menyambut dirinya.

#NULISRANDOM2015

Saat Matahari Hampir Terbenam

Hangat.

puku 4 sore, dan aku masih menggelayut manja pada buku-buku.

aku takut matahari terbenam. aku takut kedingingan.

aku suka cahaya matahari yang menerjang jendela menghangatkanku.

tapi aku tau sebentar lagi ia kaan meredup.

aku takut matahari terbenam. aku takut kedingingan.

kamu, maukah memelukku?

#NULISRANDOM2015

Untuk Kamu

'Hai kamu

sudah lama aku tak menulis surat cinta, tapi jujur kali ini aku tak tau kamu siapa. bila di tanya siapa yang ku suka, ku katakan aku suka semuanya. tapi untuk kamu, aku benar-benar tidak tahu siapa kamu. kamu yang akan aku temui entah dimana, kamu yang akan aku jumpa di waktu kapan, kamu yang sudah aku duga, atau kamu yang tak terduga.

sudah lama hati ini terasa kosong, bukan kosong karena kegalauan. tapi kosong dalam rangka pembersihan diri. percayakah kamu bahwa ini semua untuk kamu?

segala perasaan khusus yang akan bertunas segera ku tebas, kucabut sampai ke akar. karena kau tak mau ketika kau datang, unsur hara di hati ku sudah habis di makan perasaan yang lain.

memang ada bagian yang sulit untuk benar-benar ku perbaiki. tapi percayalah aku sedang berusaha keras. akar-akar yang bersisa akan aku bersihkan dan ku buang. 

aku mengadu pada Tuhan untuk di beri hati yang baru, walau aku tau itu tidak mungkin. tapi astaga, air mata ku semakin deras mengalir ketika ingat bahwa sewaktu-waktu kamu akan datang sementara hati ku belum terpulihkan.

status tentu belum cukup. sejak aku mengenal sebuah perasaan, aku memang menjaga agar tidak kebablasan, mungkin banyak yang tak percaya sekalipun aku tak pernah mencicipi rasanya pacaran. tapi rasanya cinta yang bergelora? hahahaha. sudah tak usah di bahas. aku bisa gila mengingat maksiat hati yang kulakukan.

sungguh untukmu aku benar bersungguh-sungguh. bayangan-bayangan yang muncul sebelum kedatanganmu akan segera ku enyahkan.

untuk kamu, yang berani menemui wali ku'

#NULISRANDOM2015

Kesal

KAU TAU AKU BISA MARAH
KAU TAU AKU BISA EMOSI JUGA
KAU TAU AKU MASIH MANUSIA
KAU TAU... kan?

tapi kata ibu tak boleh begitu
tapi kata ibu hati ini harus terkendali
tapi kata ibu jangan mendendam
tapi kata ibu....kan?

KESAL
MARAH
MENYALAHKAN
SEMUANYA

Tuhan tak menciptakan mu seperti itu
Tuhan tak menciptakan mu untuk merusak
Tuhan menciptakan mu sebagai khalifah
Tuhan menciptakan mu untuk menjaga dunia

Ingat kata ibu,
Ingat perintah Tuhan,

Jangan kesal lagi ya, sayang?

#NULISRANDOM2015

Pemilik kata

siapa disana
seseorang?
atau benda?
dia masih di dalam bayang-bayang

siapa disana?
hewankah?
atau manusia?
aku takut salah menerkah

dia pemilik kata
yang tak kuimbangi bahasanya

dia pemilik kata
yang membuatku seperti sakit jiwa

Buku.

#NULISRANDOM2015


(Se)Kilas

     Aku menatapnya lekat-lekat. Seseorang yang duduk santai menikmati cemilannya. ia sedang menikmati pemandangan di danau komplek ku. menikmati senja yang sebentar lagi menunjukkan diri dengan malu-malu. Terkesan cuek memang. Ah, atau ia sedang membiarkan ku menikmati matanya itu? senyumnya yang selalu merekah itu?

     "Na, udah mau maghrib. Ayo pulang." Ia berdiri dan menggenggam pergelangan tangan ku dengan sedikit memaksa. Tangannya bergetar. Aku sangat suka membuatnya kesal. meski ia menarik tanganku aku tetap tak beranjak dari rerumputan yang aku duduki. "Ayolah Na, Aku males deh kalau kamu mulai begini. Aku kan sudah janji pada Ayah mu hanya sampai sore." Ia mulai menarik pergelangan tanganku. 

Aku menatapnya nanar, berharap ia memberi ku sedikit waktu lagi disini. "Ayo sayangku." Ia mengucapkan itu dengan sangat lembut. aku beranjak berdiri di tuntun tangannya yang....kurus. Tulangnya terasa mengenai kulitku. Di hujani cahaya senja,kami berjalan pulang.

*****

Ryan. Aku mengenalnya dari kecil. Pertemuan pertama ku ketika umur ku baru 7 tahun. Dunia ku yang penuh kesendirian dan keheningan menjadi terusik olehnya. Badannya yang tambun menghalangi cahaya siang yang masuk dari jendela besar ruang tamu ku. Aku masih tak perduli. Dengan tubuh tambun nya ia mondar mandir yang menyebabkan sinar matahari selang-seling menerangi ruangan itu. aku mulai terganggu.Dunia ku merasa terusik. aku bersiap-siap untuk menghadriknya.
      
  "Eh,itu, kamu... anu..." Ryan yang ketika itu belum ku kenal membuka suara terlebih dahulu. Aku diam menanti lanjutan kalimatnya.
       
 "Kamu.. itu, kamar mandi dimana? aku..aduh..kamar mandi...itu Papa gak ada aku mau aissh..." Dia terlihat sangat bingung menyampaikan kata-katanya. Tapi aku cukup bisa menangkap maksudnya. Aku berdiri tanpa berkata apa-apa. Tanpa di suruh ia mengikuti ku. Melewati lorong-lorong rumah ku yang seperti kastil tua. kamar-kamar tua menghamburkan bau obat-obatan yang kurang aku sukai.
       
 "Ka..kamar mandinya di mana sih?issh... aduh.. aku mau pi..phiiiss" tiba-tiba Ia memecahkan keheningan. aku menoleh. mendelik. yang mau nunjukkin kamar mandi siapa juga?. Aku berbalik badan dan kembali ke ruang tamu dan menuju sudut ruang tamu. jari ku mengacung mengarah ke pintu kayu yang memiliki banyak lubang-lubang vertikal di bagian bawah pintu. pintu kamar mandi. Ryan segera berlari menghambur ke arah pintu. tangannya kanannya dengan cepat memegang handle pintu sementara tangan kiri nya menahan bagian selangkangan nya. rusuh sekali. sebelum ia menutup pintu ia menatap ku.
     
   "Jangan pergi dulu ya!jangan pergi! tungguin aku!" Brak! Ryan menutup pintu. aku terdiam di depan pintu. bukan untuk menunggunya. walau pada akhirnya aku menunggunya. Lama sekali? pikir ku sambil melirik jam besar di atas pintu. di rumah ku jam ada di mana-mana. Eh?apa dia pingsan?atau bunuh diri di kamar mandi seperti di komik detective? khayalan ku mulai menceracau kemana-mana.
       
"krieet" pintu kamar mandi terbuka. Lamm.. hampir saja aku keceplosan berkata 'lama sekali' . 
      
"Ehehehe.. lama ya? iya nih, aku ga tau kalo pipis kok  lama ya? ehehe... oh iya, nama aku Ryan" Ia mengulurkan tangannya sambil nyengir.
        
Eh? dia kan abis dari kamar mandi? tangannya..euuh
        
"HIH!"  dengus ku keras. aku berlari meninggalkan Ryan si bocah tambun menuju kamar ku di lantai 2.

*****

       Setelah pertemuan pertama itu ia semakin sering ke rumah kastil ku. sejak pagi sampai sore. walau saat pagi ia ada di ruangan ayahku bersama papanya. saat ku tanya, pipi gembulnya hanya terangkat ke atas. lalu kami bermain kembali. begitu setiap hari. Sekolah?
       
Aku memang tak pernah mengenyam bangku sekolah sejak kecil. Tapi aku bisa membaca, menulis dan berhitung dengan sangat baik. Ayah bilang aku anak yang cerdas. dan wajahku juga cantik seperti mendiang ibuku. Ya,saat aku lahir ibu meninggal. Sementara Ayah kala itu malah menolong hidup orang lain. Aku menjadi sangat pendiam dan bermain dengan imajinasiku sendiri. Aku hampir tak perduli dengan orang-orang sekitarku sampai akhirnya kedatangan Ryan mengusikku.
     
 "Aku ga bisa sekolah lagi. Padahal ada cewe yang aku suka di sekolah." Celotehnya suatu ketika. aku tak bergeming. tangan ku sibuk menyisir rambut barbie.
    
  "Di sekolah rame. temannya banyak. tiap pagi papa antar aku sekolah dan aku bisa main dengan banyak orang. gak kayak sekarang. aku di antar kesini mulu dan cuma punya teman kamu." Dahi ku mengernyit mendengarnya. Hah,teman? sejak kapan?
     
 "Anna." aku menoleh. "kamu gak mau tau kenapa aku ga bisa ke sekolah lagi?" Aku menggeleng.
      
"Aku kena kanker di kandung kemih." dia melanjutkan tanpa ku minta. namun kali ini kau tak mengacuhkannya.
      
"Ryan.. kena kanker?" aku terdiam. dan dia juga terdiam lama.

******

Entah sejak kapan aku jatuh cinta dengannya. semua mengalir begitu saja. bahkan aku lupa kalau dia berada di rumah ku karena penyakitnya. Terkadang aku berpikir jahat berharap agar dia tidak sembuh agar dia tidak punya alasan untuk keluar dari rumah ku. seperti saat dia akan melakukan pengobatan di luar negeri selama seminggu. aku sangat kehilangan dan takut dia akan sembuh. tapi ternyata tidak. dia masih perlu rehabilitasi dengan ayahku.

*******

Kini semua usai. Sejak terakhir kami pulang di hujani cahaya senja, keadaanya semakin memburuk. dia di isolasi di kamar khusus. lalu dia.... meninggalkan aku untuk selamanya.

kilasan-kilasan tentangnya masih berkecambuk di hati dan pikiranku. aku bingung, dulu aku tak ingin dia sembuh, namun karena penyakitnya dia malah pergi dan tak kembali. 

#NULISRANDOM2015


       
            


Janji yang hilang

'ya aku kesana satu jam lagi' -send

'bener ya bang?'-received

'iya, aku janji' -send

****
Rizki...?

aku telat menjemput Rizki satu jam dari waktu satu jam yang aku janji kan. sekarang aku melihat Rizki menjadi korban bom bunuh diri di sebuah mall tempat dia menungguku. kejadiannya setengah jam yang lalu.

#Nulisrandom2015

Jangan Tinggalkan Aku Sendiri

"AKILA!"
Seorang gadis tersentak merasa namanya di panggil dengan keras. lalu ia meringis kala melihat segaris celah yang mengeluarkan sedikit darah dari pergelangannya. seseorang yang tadi memanggilnya segera memeluknya erat.
"Kau melakukannya lagi,dasar anak bodoooooooh"
gadis yang bernama Akila itu tersenyum.
 -
"AKILA!"
seorang gadis telah kejang saat namanya di panggil dengan keras. di tangannya tergenggam erat kabel listrik yang tak lagi terisolasi. seseorang yang tadi memanggilnya segera membungkus badannya dengan selimut besar dan membopongnya untuk di bawa ke rumah sakit. "Dasar anak sakit jiwa ini,bodohnyaaaa"
Gadis yang bernama Akila itu tersenyum
-
"AKILA!"
Seorang gadis yang mulutnya berbusa melirik lemah saat namanya di panggil dengan keras. di sampingnya telah tumpah cairan pembersih kamar mandi. seseorang yang tadi memanggilnya segera meminumkan susu secara paksa setelah sebelumnya membersihkan mulutnya. "Apakah kau tidak bisa berpikir bodooooh"
Gadis yang bernama Akila itu tersenyum.
-
"TOLOOOONG! YA TUHAAAAN!! AKILAAAAAA"
seorang gadis yang tergantung dengan pakaian indah tak lagi tersentak,menoleh atau melirik saat namanya di panggil dengan histeris. ia di turunkan perlahan oleh orang lain. seseorang itu baru menyambutnya dalam pelukan saat ia telah di bawah. seseorang itu mengusap seluruh wajah Akila dengan tangannya yang terawat. Mata yang di hiasi bulu mata lentik itu basah dan semakin basah saat melihat senyum akila yang tak lagi bernyawa. seseorang itu meraih tangan Akila dan menemukan gumpalan kertas di sana. ia membacanya...
"Aku yang bodoh....Akila...."
-
"aku punya 999 nyawa untuk mencuri perhatianmu. namun aku tak bisa selama terus mencuri. amunisi ku akan habis. maka nyama keseribuku ku serahkan untuk membeli ruang dalam ingatanmu.
hanya ini yang bisa anak bodoh yang selalu ibu tinggalkan sendirian. terimakasih ibu. maaf untuk kebodohanku.-Akila"

Jatuh Cinta

aku jatuh cinta
dengan siapa kau tak boleh bertanya

bila kau tau kau bisa murka
mengataiku makhluk bodoh yang tak sengaja tercipta

aku tertawa
padahal kali ini aku jujur dan terbuka

siapa yang munafik
siapa yang picik

aku jatuh cinta
dengan siapa kau tak boleh bertanya

tapi untukmu ku beritahu saja
walau sebenarnya rahasia

yang ku cintai ini penguasa
ia di beri kuasa oleh yang maha kuasa

menggandeng lembut setiap manusia
untuk setia menemaninya setelah akhir dunia

menggeliat sayu dalam sukma yang tak lagi bertuan
aku mencintaimu makhluk dalam kegelapan

[seringai lebar wujud merah memeluk dari dalam kegelapan]

"Mari bersama ku dan habiskan dengan pesta pora di dunia fana ini"

#NULISRANDOM2015

Tags