Kini, ia hanya bisa kulihat dari foto
Sembari membayangkan suaranya
Apa yang bisa menyembuhkan duka ini
Orang-orang bilang, Doa.
Insya Allah.
keep calm and read the story
Kini, ia hanya bisa kulihat dari foto
Sembari membayangkan suaranya
Apa yang bisa menyembuhkan duka ini
Orang-orang bilang, Doa.
Insya Allah.
Hey Daddy, I hope you're well
In the silence where angels dwell
I still hear your gentle voice
In every prayer, in every choice
There are more nights I break apart
Missing you with all my heart
But I trust Allah’s greater plan
And pray to be strong again
Sometimes I wish I had more time
To hold your hand and say goodbye
I thought there would be tomorrow
To laugh, to cry, and say “I’m sorry”
I thought there would be tomorrow
To joke, to play, and tell our stories
Now you're waiting in the barzakh
Beyond this world so far away
I hope Allah will reunite us
In Jannah one sweet day
I remember the days we shared
Every moment when you cared
Your advice still guides my way
Even though you cannot stay
If tears could build a road to you
I’d walk through every storm I knew
Until the sky turns bright above
And brings me back to your warm love
So I’ll keep praying every night
May your grave be filled with light
And when my time on earth is through
I pray that I’ll return to you
I thought there would be tomorrow
Another chance to make things right
I thought there would be tomorrow
Another day, another night
Now you're waiting in the barzakh
Where peaceful souls will someday rest
I hope Allah will reunite us
In Jannah, forever blessed
Hey Daddy, I miss you
Every single day
But InshaAllah we will meet again
And never fade away
Wahai hati yang rupawan
untukmu, para relawan
kan kudoakan diberi kekuatan
ragamu slalu disehatkan
Wahai jiwa-jiwa pilihan Tuhan
teguhlah dijalan kemanusiaan
Sakit sama melihat ketidakadilan
Perih sama melihat kedzaliman
Hati yang murni, memilah batil dan kebajikan
Hati yang teguh, menerjang dalam perjuangan
Wahai hati yang rupawan
untukmu para relawan....
sejatinya begitulah dunia bekerja
tak perlu menulis lebih banyak kata
semakin diungkapkan
semakin terasa ketimpangan
Ada hari dimana rasa cemas memenuhi dada
Terasa sesak dan berat meski tak ada apa-apa
Seperti ada udara besar di ujung kerongkongan
Membuat rasa mual pada setiap pandangan
Entah karena berita-berita begitu jahat
Sementara Tuhan beri aku begitu banyak kesenangan
Entah aku sebenarnya dalam ujian berat
Berbalut tawa dan tak ingin lepas dari kenyamanan
Seperti orang buta rasanya berjalan di dunia
Minta dituntun oleh siapa saja, kapan saja
Saat tidak ada yang menarik lengan kurus ini
Diri kembali bersantai dan tak ingin pergi
Ada panduannya, tapi tak dibaca
Ada panutannya, tapi dilihat saja
Ada hadiahnya, tapi seperti tak berusaha
Ada hukumannya, tapi pasrah juga
Duhai Pencipta, sungguh ku takut akan hukuman dunia
Duhai Pencipta, juga ku takut hari penghakiman selanjutnya
Duhai Pencipta, aku tak tau sekarang apa yang aku rasa
Duhai Pencipta, sebenarnya kemana arah diriku ini tercipta
Ini hari aku dirundung gundah gulana
Esok hari, kembali lupa.
Ah....
Bagaimanapun, aku pinta pada Sang Pencipta
untuk takperah menghilangkan arah hanya kepada-Nya