Tampilkan postingan dengan label SPEAK UP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SPEAK UP. Tampilkan semua postingan

SPEAK UP #3

Latif mengamati brosur daftar seluruh ekstrakulikuler yang di beri Eza.
"lo harus pilih minimal satu tif, di sini setiap siswa wajib mengikuti salah satu ekskul, kalo lo mau lo ikut klub basket gue aja. lo kan lumayan tinggi tif." ajak Eza. Latif dengan mantap menggeleng. cowok berambut ikal ini sangat tidak meyukai olahraga. dengan cepat ia menjawab,"aku scrabble aja deh."
"mau gue kawanin daftarnya?" ujar eza. Latif mengangguk pelan.

SPEAK UP #2



Casea menatap lama buku diarynya, ia bingung ingin menulis apa. Banyak hal yang ia lalui hari ini dengan gembira. Semuanya. “Aha!” serunya tiba-tiba. Pulpen mickey mousenya menari-nari dengan lincah di Diary bergambar mickey pula.

Ry, banyak yang ingin aku ceritain. Tapi sayangnya sedikit yang mau aku tulisin di sini. To the poin aja ya…. Pokoknya hari ini sangat menyenangkan!!! ^V^

Casea meletakkan pulpenya dan membaca yang baru ditulisnya tadi. Walau hanya beberapa kalimat, itu sudah berkesan banget di hatinya. Tangannya merambat lagi menuju ke komputernya dan membuka akun facebooknya. Ia melihat Ada 8 permintaan teman. Kebanyakan dari teman-teman barunya. Casea meliha satu persatu; ada Aista dewi muaniez, -Hyka n’ Hyga-, -Hyga n’ Hyka-, Syarchie tania, Ahmad Latief....
“Hiik...?La, Latif??!”Casea setengah tersedak oleh Lasy-nya. Ia langsung meneguk air yang di sebelah bungkus Lays. Sekali lagi ia menatap lekat-lekat nama itu.
“ Eh,ini kan Cowok yang ketemu di tangga sekolah tadi. Uh… cool banget sih…”

SPEAK UP #1



“Drap,drap,drap” terdengar suara langkah yang setengah berlari sambil menaiki tangga. Cewek berkulit kuning langsat ini berhenti sejenak untuk mengelap keringatnya yang mengucur deras di dahinya. Lalu ia berlari melewati satu tingkat lagi. ia memang harus cepat, karena fanatik penyuka biru ini tahu bahwa ia sangat-sangat terlambat. Apalagi untuk ukuran ‘hari pertama seorang anak baru’ di sekolah yang di pilihkan kedua orang tuanya itu.
“ Ih…ini semua gara-gara Ayah! Udah di bilangin masuknya jam tujuh, eh…di antarin jam setengah sembilan!”. Repetan panjangnya yang di sertai tendangan sebuah tutup pulpen yang ada di koridor itu.”Klotak!”,”Adoww” pekik seseorang. Ternyata tutup pulpen itu mendarat dengan mulusnya di kepala seseorang. “Mati aku!”ujarnya dalam hati.

Tags