Disana

Disana terbaring raga

Disana terbaring sukma

Satu menghirup udara

Satu menghirup senyawa tak bernama

berada berdambingan tapi tak menyatu

berusaha menggapai satu dengan yang satu

apa daya gerak terpaku

bergerak di bawa nafsu

Disana terbaring raga

Disana terbaring jiwa

Katanya satu jiwa

Katanya.

#NULISRANDOM2015

Kelu

semua bergerak begitu lambat
padahal waktu terus berlalu begitu cepat

manusia berlari-lari di tempat
mengejar sesuatu dengan tersendat-sendat

entah apa yang akan mereka dapat
sementara jarum jam tak pernah terlambat

sudah sering medapat azab menyengat
tak membuat manusia tetap teringat

semua bergerak begitu lambat
padahal waktu berlalu begitu cepat

besok,

KIAMAT

#NULISRANDOM2015

Luka

Hari ini Ramadhan. Melihat status dari blackberry messengerku,  teman-teman dari kampus yang lain sudah pada pulang kampung dan menghabiskan Ramadhan pertama dengan keluarganya. Sementara aku, sore ini berjalan pelan ke kos sambil menenteng satu plastik gorengan dan satu plastik es koteng.

Kampus ku memang belum libur semesteran. Ujian akhir semester saja belum. Mana perduli pihak kampus bahwa Ramadhan pertama adalah momen penting untuk keluarga. Yang penting semua berjalan lancar sesuai kalender akademik yang telah di buat dari awal. Beberapa fakultas yang menerapkan sistem blok, tidak mengikuti kalender kampus sudah menyelesaikan ujian-ujian sehingga mahasiswanya bebas dari beban perkuliahan dan dapat menjalani liburan selama bulan Ramadhan. tapi tidak dengan Fakultasku yang sangat patuh dengan pihak kampus.

Sejak 3 hari sebelum Ramadhan, Umi bolak-balik menelpon ku bertanya apakah aku akan pulang pada Ramadhan pertama. Berat hati dan menahan tangis aku jelaskan pada Umi bahwa aku harus masuk 3 mata kuliah pada Ramadhan pertama. Belum lagi hari kelima Ramadhan aku harus mengikuti ujian akhir semester. Aku mengatur suara ku sedemikian rupa agar Umi tak curiga bahwa aku sedang kangen sekali dengan beliau. Maklum, ini Ramadhan pertama tanpa Umi. Padahal tahun lalu kami kehilangan Abi. dan tahun ini aku tak ada di sisi Umi.

Kos ku sudah dekat. Aku sudah lemas sekali karena tidak sempat sahur tadi pagi. Biasanya Umi yang membangunkanku untuk sahur pertama. Tinggal menyebrang aku sudah masuk ke gang menuju kos ku. Ah, teman sekamar ku pun dua hari lalu sudah pulang kampung. sementara aku...

"ADHAAAN!" sekilas aku mendengar seperti suara Bang Fajar, murabbiku meneriaki ku dari belakang.
*****
"Astagfirullah dek, Ramadhan! Ramadhan!" Fajar memeluk tubuh adik asuhnya yang bersimbah darah. Orang-orang langsung mengerumuni Fajar dan Ramadhan. Sementara mobil yang menabrak Ramadhan langsung kabur. Dan orang-orang kebanyakan mengupat marah pada mobil yang melarikan diri itu. Fajar walau kalut ia masih bisa berpikir lurus. ia meraih pergelangan tangan Ramadhan untuk mengecek nadinya. tak dapat di rasakannya, ia sedikit menekan jarinya pada leher Ramadhan. sudah tak ada sedikitpun denyut disana.
"Innalillahi wa innailaihi Ra'jiun...." Fajar menangis sambil mengusap pelan wajah Ramadhan. Darah ikut melekat di telapak tangannya. Orang-orang menatap iba. beberapa mendekap mulut mereka. beberapa lagi menelpon meminta bantuan. dan beberapa malah memotret.

Darah,gorengan dan air es koteng berserakan di jalan mejelang buka puasa pertama Ramadhan kali ini.

#NULISRANDOM2015

STATUS



“Kalian pacaran, Do?” tembak Cris padaku tiba-tiba.
“Hah?ahahaha! aku?sama dia? Pacaran..?” elakku spotan dan ku lanjut,”eh,dia siapa maksudmu?” tanya ku pura-pura tidak tahu siapa yang Cris maksud. Cris spotan menonjok lenganku.
“Dasar somplak!”
*****
PING!!!

Aku membuka smartphone ku.

Rido aku sudah siap kuliah, aku tunggu di tempat biasa

“Tuh kan, benar kalian pacaran!” kata Cris yang ternyata diam-diam melihat layar smartphoneku. Padahal tadi dia sedang fokus memperbaiki alat soxletasi laboratorium kami yang rusak.
“gak sopan,” ujarku. Aku bergegas membereskan alat-alat praktikumku. “Aku pulang dulu, nanti aku balik lagi. Tolong jagakan penelitian ku ya. kadang praktikan yang masuk suka penasaran.” Pesan ku sebelum keluar. Dan Cris mengangkat jempolnya.

*****

Cris sangat penasaran dengan wanita yang selalu bersamaku saat pergi dan pulang kuliah. Soalnya selama ini Cris tau aku tak pernah dekat dengan wanita manapun. Namun usai libur semester aku memang terlihat tiba-tiba menjadi sangat dekat dengan seorang wanita yang kebetulan satu fakultas namun beda jurusan dengan ku. Dan sebelumnya aku juga tidak terlihat ada interaksi dengannya. 

Aku menghentikan sepeda motorku di depan masjid. Terlihat wanita itu sedang duduk di pelataran masjid sambil menulis jurnal bersampul biru. Melihat sepeda motorku ia segera membereskan barang-barangnya dan berjalan mendekatiku.
“Lama gak nunggunya, sayang?” aku mengecup ubun-ubunnya pelan.
“Enggak kok. Ayo pulang sekarang, sudah mau Maghrib nih.” Ia segera naik dan duduk menyamping di belakangku.
“Iya, Bismillah...” Aku memacu sepeda motorku kearah rumah. Rumah kami. 

Mungkin minggu depan setelah KTP baru ku selesai aku akan menunjukkannya pada Cris tentang status baru ku. Agar Cris tidak salah duga lagi mengira aku pacaran dengan wanita ini. Dia bukan pacarku. Tapi Istri yang telah ku halal kan saat libur semester 6 kemarin.

#NULISRANDOM2015

Selamat Datang

Beberapa hari lagi ramadhan tiba
dan apa yang telah ku persiapkan?
bukan hanya tahan lapar dan dahaga
tapi harus kokoh kan benteng keimanan

beberapa hari lagi ramadhan tiba
dan apa yang telah ku persiapkan
bukan hanya undangan buka bersama saja
tapi rasa tulus dan sebuah keikhlasan

beberapa hari lagi ramadhan tiba
dan apa yang telah ku persiapkan?
bukan hanya ikut acara di sini dan di sana
tapi juga berusaha khatam Al-Qur'an

Marhaban ya Ramadhan

#NULISRANDOM2015

Jam 2.45 Pagi

Aku terbangun dan menangis
termangu menatap bayangan yang belum tertapis

perasaan ini layaknya duri kecil
yang aku tak tahu dimana ia menyempil

sudah 3 tahun silam,
tapi masih ada rasa tertanam

tak tahu apa yang harus ku cabut
merasa hati masih tertaut

aku takut kutukan itu nyata
padahal seharusnya aku hanya takut pada Tuhan saja

masalahnya sampai sekarang kami belum berjumpa
menutaskan perasaan yang masih ada

aduh, apa ini hanya aku
sementara dia telah bergerak jauh dan berlalu

ampun,
esok,aku takkan berani bermain dengan perasaan manapun

hati ku harus membangun kekuatan
menanti perasaan sejati yang layak untuk di perjuangkan

Semoga,
Bismillah

#NULISRANDOM2015

SPEAK UP #3

Latif mengamati brosur daftar seluruh ekstrakulikuler yang di beri Eza.
"lo harus pilih minimal satu tif, di sini setiap siswa wajib mengikuti salah satu ekskul, kalo lo mau lo ikut klub basket gue aja. lo kan lumayan tinggi tif." ajak Eza. Latif dengan mantap menggeleng. cowok berambut ikal ini sangat tidak meyukai olahraga. dengan cepat ia menjawab,"aku scrabble aja deh."
"mau gue kawanin daftarnya?" ujar eza. Latif mengangguk pelan.

Suatu Siang di Dalam Angkutan Umum

Siang ini terik sekali, aku sampai beberapa kali salah menyetop angkutan umum. aku mau menyetop angkot 110 berwarna kuning. entah kenapa aku malah menyetop setiap angkot yang berwarna kuning. 10,11,132.... ah, hari ini memang terik sekali.

Aku melamun sejenak lalu tersentak karena melihat angkot kuning bernomor 110 telah lewat di depan ku. syukurlah ada orang yang turun tak jauh dari tempat ku berdiri. Segera aku berlari setelah menepok jidat sendiri atas lamunan ku.

Seorang wanita muda bergeser saat aku naik. Memberi ku tempat. Dan seorang ibu yang memakai jilbab lebar namun super tipis sehingga aku bisa melihat kalung di lehernya serta rambutnya yang di gelung berantakan sedang menatap ku dari atas sampai bawah. Mungkin karena baju dan jilbab ku yang dobel sana dobel sini. Jujur harinya memang panas, namun bukan karena pakaian yang ku gunakan.

Terkantuk-kantuk aku dalam angkutan umum ini. Lalu seorang ibu naik dan langsung mengeluh kepada semua penumpang. "Aduuh buuuk, panas banget hari ini ya. Aduh kacanya ga bisa di buka ya?" semua penumpang hanya terseyum menanggapi perkataan sang ibu. Si ibu melihat seorang anak kecil yang di pangku ibunya telah basah bersimbah keringat. "Aduuuh pak supirr, ga bisa di buka ya kacanya apa? liat ini anak kecil kepanasan keringetan. gak ada yang punya tissue?" , Pak supir menyahut dari depan, "Bisa buk! agak tekan sikit bukaknya!"

Aku segera merogoh kantungku dan mengeluarkan tissue, "Ini bu." si ibu menoleh dan mengambil tissue dari tangan ku. ia segera mengusap keringat di wajah dan leher si anak. lalu ia berusaha membuka jendela angkutan umum yang kami naiki. ternyata upaya nya tak berhasil. "aduuuuh pak supiiiir, gak bisa di buka ini..!"

Angkutan kami berhenti. lalu pak supir turun dan membukakan semua jendela kendaraannya. "Memang agak susah ini bu." kata pak supir dan kembali ke bangku supir.

Tujuan ku sudah sampai."Pinggir,Pak" aku bergegas turun setelah menyunggingkan sedikit senyum ke arah para penumpang angkutan. aku menyodorkan beberapa lembar uang seribuan.

Angkutan umum itu pergi. dan entah kenapa aku senang bertemu dengan ibu tadi.

#NULISRANDOM2015

Flo



Melihat tawamu.. Mendengar senandungmu... 

“Jreng....”,”Me..li..hat tawa...mu.. Mende...”

“Berenti wooy! Pales tauk! Tau kau faaaallls!” Flo memunculkan kepalanya  dari jendela sambil mengayun-ayunkan ukulele miliknya kearah Bagas yang sedang berlatih gitar di halamannya. Tepatnya di depan jendela kamar Flo. Mereka adalah tetangga.

Flo loncat dari jendelanya,”baru beli ya? kok gak minta aku ajarin aja sih? Kan aku sudah pro nih masalah ginian.” Kata Flo sambil menyentil senar gitar Bagas. “Jring..” Bagas masih tak bereaksi.

“Fals nih senarnya, belum kau atur ini nadanya. Gimana siiih!” Flo gemas dan beranjak mengambil gitar Bagas untuk di atur kuncinya. “E...eeh Ja..jangan Flo!” Bagas memeluk gitarnya dan menjauh dari Flo.

“Loh? Kenapa?” Flo mengernyitkan dahi lebarnya.

“Aku mau belajar sendiri.” Ujar Bagas tegas. Flo terdiam. Lalu balik badan kembali masuk dari jendela kamarnya.

“Terserah kau deh”
***
Terlihat jelas dimataku Warna - warna indahmu

Sejak dulu Bagas selalu di bantu Flo. Flo yang ceria,enerjik, usil dan selalu penuh tawa. Flo yang selalu perhatian dengan Bagas lambat laun membuat Bagas sadar suatu hal. Entah sejak kapan Bagas mulai merasa bahwa ia tak boleh selalu di bantu Flo. Karena ia merasa tak selamanya Flo selalu ada untuknya.

Setidaknya ada hal yang bisa ia lakukan murni tanpa bantuan Flo. Ia mulai mencoba gitar. Ia tau Flo sering bermain ukulele dan bernyanyi sampai terdengar ke rumah Bagas. Suara Flo merasuki dirinya. Bagas juga ingin saat ia lancar bermain gitar tanpa bantuan Flo, permainan gitarnya akan membuat Flo terkesan dan merasakan suara itu merasuki diri Flo juga.
***


Menatap langkahmu Meratapi kisah hidupmu

“Besok aku pindah Gas.” Tiba-tiba Flo sudah di samping Bagas yang sedang berlatih dengan gitarnya. “Eiiihhhaah??!” Bagas menanggapi dengan respon sangat terkejut. Pertama ia kaget karena Flo tiba-tiba datang setelah dua minggu Flo mengacuhkannya karena masalah kunci gitar itu. Kedua ia kaget karena Flo bilang akan pindah.

“Ke ma.. eh, kok itu tiba,eh kapan?” Bagas dengan kacau menyampaikan pertanyaannya. Flo tersenyum simpul. Dan menjawab, “Bandung. Ayah juga baru bilang 5 hari lalu. Besok berangkatnya.”

“Kok gitu,eh aku harus gimana, aduh eh,” Bagas menanggapi dengan sangat kacau. Terlihat wajahnya kalut dan bingung.

“Apaan sih, udah ah aku mau bantu Mama lagi. Udah dari kemaren sih beres-beresnya.”
***

Terlihat jelas bahwa hatimu Anugerah terindah yang pernah kumiliki

7 Tahun bersama bukan waktu yang singkat. Flo pindah ke samping rumah Bagas saat mereka kelas 4 SD. Flo masuk sekolah Bagas. Saat itu Bagas sering di jahili di sekolah. Tapi sejak ada Flo hadir di sampingnya, seakan-akan ada malaikat pelindung yang menjaganya. SMP juga begitu. Dengan semangat Flo selalu mendukung Bagas saat ia mengikuti Olimpiade sampai tingat Provinsi. Ketika gagal dalam seleksi Nasional pun hanya Flo temannya yang tak mencibir dirinya karena gagal membawa nama sekolah ke kancah Nasional.

Besok Flo akan pergi dan Bagas takkan tau kapan bisa bertemu lagi.
***

Sifatmu nan s'lalu Redakan ambisiku Tepikan khilafku Dari bunga yang layu

 Bandara Polonia.

“Flo.” Gumam Bagas sebelum Flo masuk ke ruang tunggu.

“Eh? Kau ada memanggilku barusan,Gas?”  Flo menoleh. Bagas terkejut karena Flo mendengar gumamannya. Dan ini membuat tekadnya sedikit lebih besar untuk memberikan yang terbaik sebelum Flo benar-benar pergi.

Jreeng...” Bagas memetik Gitar yang di genggamnya sedari tadi.

Melihat tawamu Mendengar senandungmu Terlihat jelas dimataku Warna - warna indahmu
Menatap langkahmu Meratapi kisah hidupmu Terlihat jelas bahwa hatimu Anugerah terindah yang pernah kumiliki.....” Dengan tangan gemetar Bagas menyelesaikan Lagu Sheila On Seven itu.

“Terimakasih Bagas, sekarang aku takkan galau untuk pergi. Aku pasti kembali untuk menemuimu..”
Dan Flo bersama kedua orangtuanya terseyum memasuki ruang tunggu Bandara.
***

Saat kau disisiku Kembali dunia ceria Tegaskan bahwa kamu Anugerah terindah yang pernah kumiliki....

Bandara Internasional Kuala Namo.

“Bagas, I’m Back” Seorang wanita segera berjalan menuju seorang lelaki yang sedang mengembangkan tangan untuk menyambut dirinya.

#NULISRANDOM2015

Saat Matahari Hampir Terbenam

Hangat.

puku 4 sore, dan aku masih menggelayut manja pada buku-buku.

aku takut matahari terbenam. aku takut kedingingan.

aku suka cahaya matahari yang menerjang jendela menghangatkanku.

tapi aku tau sebentar lagi ia kaan meredup.

aku takut matahari terbenam. aku takut kedingingan.

kamu, maukah memelukku?

#NULISRANDOM2015

Tags