Jam 2.45 Pagi

Aku terbangun dan menangis
termangu menatap bayangan yang belum tertapis

perasaan ini layaknya duri kecil
yang aku tak tahu dimana ia menyempil

sudah 3 tahun silam,
tapi masih ada rasa tertanam

tak tahu apa yang harus ku cabut
merasa hati masih tertaut

aku takut kutukan itu nyata
padahal seharusnya aku hanya takut pada Tuhan saja

masalahnya sampai sekarang kami belum berjumpa
menutaskan perasaan yang masih ada

aduh, apa ini hanya aku
sementara dia telah bergerak jauh dan berlalu

ampun,
esok,aku takkan berani bermain dengan perasaan manapun

hati ku harus membangun kekuatan
menanti perasaan sejati yang layak untuk di perjuangkan

Semoga,
Bismillah

#NULISRANDOM2015

SPEAK UP #3

Latif mengamati brosur daftar seluruh ekstrakulikuler yang di beri Eza.
"lo harus pilih minimal satu tif, di sini setiap siswa wajib mengikuti salah satu ekskul, kalo lo mau lo ikut klub basket gue aja. lo kan lumayan tinggi tif." ajak Eza. Latif dengan mantap menggeleng. cowok berambut ikal ini sangat tidak meyukai olahraga. dengan cepat ia menjawab,"aku scrabble aja deh."
"mau gue kawanin daftarnya?" ujar eza. Latif mengangguk pelan.

Suatu Siang di Dalam Angkutan Umum

Siang ini terik sekali, aku sampai beberapa kali salah menyetop angkutan umum. aku mau menyetop angkot 110 berwarna kuning. entah kenapa aku malah menyetop setiap angkot yang berwarna kuning. 10,11,132.... ah, hari ini memang terik sekali.

Aku melamun sejenak lalu tersentak karena melihat angkot kuning bernomor 110 telah lewat di depan ku. syukurlah ada orang yang turun tak jauh dari tempat ku berdiri. Segera aku berlari setelah menepok jidat sendiri atas lamunan ku.

Seorang wanita muda bergeser saat aku naik. Memberi ku tempat. Dan seorang ibu yang memakai jilbab lebar namun super tipis sehingga aku bisa melihat kalung di lehernya serta rambutnya yang di gelung berantakan sedang menatap ku dari atas sampai bawah. Mungkin karena baju dan jilbab ku yang dobel sana dobel sini. Jujur harinya memang panas, namun bukan karena pakaian yang ku gunakan.

Terkantuk-kantuk aku dalam angkutan umum ini. Lalu seorang ibu naik dan langsung mengeluh kepada semua penumpang. "Aduuh buuuk, panas banget hari ini ya. Aduh kacanya ga bisa di buka ya?" semua penumpang hanya terseyum menanggapi perkataan sang ibu. Si ibu melihat seorang anak kecil yang di pangku ibunya telah basah bersimbah keringat. "Aduuuh pak supirr, ga bisa di buka ya kacanya apa? liat ini anak kecil kepanasan keringetan. gak ada yang punya tissue?" , Pak supir menyahut dari depan, "Bisa buk! agak tekan sikit bukaknya!"

Aku segera merogoh kantungku dan mengeluarkan tissue, "Ini bu." si ibu menoleh dan mengambil tissue dari tangan ku. ia segera mengusap keringat di wajah dan leher si anak. lalu ia berusaha membuka jendela angkutan umum yang kami naiki. ternyata upaya nya tak berhasil. "aduuuuh pak supiiiir, gak bisa di buka ini..!"

Angkutan kami berhenti. lalu pak supir turun dan membukakan semua jendela kendaraannya. "Memang agak susah ini bu." kata pak supir dan kembali ke bangku supir.

Tujuan ku sudah sampai."Pinggir,Pak" aku bergegas turun setelah menyunggingkan sedikit senyum ke arah para penumpang angkutan. aku menyodorkan beberapa lembar uang seribuan.

Angkutan umum itu pergi. dan entah kenapa aku senang bertemu dengan ibu tadi.

#NULISRANDOM2015

Flo



Melihat tawamu.. Mendengar senandungmu... 

“Jreng....”,”Me..li..hat tawa...mu.. Mende...”

“Berenti wooy! Pales tauk! Tau kau faaaallls!” Flo memunculkan kepalanya  dari jendela sambil mengayun-ayunkan ukulele miliknya kearah Bagas yang sedang berlatih gitar di halamannya. Tepatnya di depan jendela kamar Flo. Mereka adalah tetangga.

Flo loncat dari jendelanya,”baru beli ya? kok gak minta aku ajarin aja sih? Kan aku sudah pro nih masalah ginian.” Kata Flo sambil menyentil senar gitar Bagas. “Jring..” Bagas masih tak bereaksi.

“Fals nih senarnya, belum kau atur ini nadanya. Gimana siiih!” Flo gemas dan beranjak mengambil gitar Bagas untuk di atur kuncinya. “E...eeh Ja..jangan Flo!” Bagas memeluk gitarnya dan menjauh dari Flo.

“Loh? Kenapa?” Flo mengernyitkan dahi lebarnya.

“Aku mau belajar sendiri.” Ujar Bagas tegas. Flo terdiam. Lalu balik badan kembali masuk dari jendela kamarnya.

“Terserah kau deh”
***
Terlihat jelas dimataku Warna - warna indahmu

Sejak dulu Bagas selalu di bantu Flo. Flo yang ceria,enerjik, usil dan selalu penuh tawa. Flo yang selalu perhatian dengan Bagas lambat laun membuat Bagas sadar suatu hal. Entah sejak kapan Bagas mulai merasa bahwa ia tak boleh selalu di bantu Flo. Karena ia merasa tak selamanya Flo selalu ada untuknya.

Setidaknya ada hal yang bisa ia lakukan murni tanpa bantuan Flo. Ia mulai mencoba gitar. Ia tau Flo sering bermain ukulele dan bernyanyi sampai terdengar ke rumah Bagas. Suara Flo merasuki dirinya. Bagas juga ingin saat ia lancar bermain gitar tanpa bantuan Flo, permainan gitarnya akan membuat Flo terkesan dan merasakan suara itu merasuki diri Flo juga.
***


Menatap langkahmu Meratapi kisah hidupmu

“Besok aku pindah Gas.” Tiba-tiba Flo sudah di samping Bagas yang sedang berlatih dengan gitarnya. “Eiiihhhaah??!” Bagas menanggapi dengan respon sangat terkejut. Pertama ia kaget karena Flo tiba-tiba datang setelah dua minggu Flo mengacuhkannya karena masalah kunci gitar itu. Kedua ia kaget karena Flo bilang akan pindah.

“Ke ma.. eh, kok itu tiba,eh kapan?” Bagas dengan kacau menyampaikan pertanyaannya. Flo tersenyum simpul. Dan menjawab, “Bandung. Ayah juga baru bilang 5 hari lalu. Besok berangkatnya.”

“Kok gitu,eh aku harus gimana, aduh eh,” Bagas menanggapi dengan sangat kacau. Terlihat wajahnya kalut dan bingung.

“Apaan sih, udah ah aku mau bantu Mama lagi. Udah dari kemaren sih beres-beresnya.”
***

Terlihat jelas bahwa hatimu Anugerah terindah yang pernah kumiliki

7 Tahun bersama bukan waktu yang singkat. Flo pindah ke samping rumah Bagas saat mereka kelas 4 SD. Flo masuk sekolah Bagas. Saat itu Bagas sering di jahili di sekolah. Tapi sejak ada Flo hadir di sampingnya, seakan-akan ada malaikat pelindung yang menjaganya. SMP juga begitu. Dengan semangat Flo selalu mendukung Bagas saat ia mengikuti Olimpiade sampai tingat Provinsi. Ketika gagal dalam seleksi Nasional pun hanya Flo temannya yang tak mencibir dirinya karena gagal membawa nama sekolah ke kancah Nasional.

Besok Flo akan pergi dan Bagas takkan tau kapan bisa bertemu lagi.
***

Sifatmu nan s'lalu Redakan ambisiku Tepikan khilafku Dari bunga yang layu

 Bandara Polonia.

“Flo.” Gumam Bagas sebelum Flo masuk ke ruang tunggu.

“Eh? Kau ada memanggilku barusan,Gas?”  Flo menoleh. Bagas terkejut karena Flo mendengar gumamannya. Dan ini membuat tekadnya sedikit lebih besar untuk memberikan yang terbaik sebelum Flo benar-benar pergi.

Jreeng...” Bagas memetik Gitar yang di genggamnya sedari tadi.

Melihat tawamu Mendengar senandungmu Terlihat jelas dimataku Warna - warna indahmu
Menatap langkahmu Meratapi kisah hidupmu Terlihat jelas bahwa hatimu Anugerah terindah yang pernah kumiliki.....” Dengan tangan gemetar Bagas menyelesaikan Lagu Sheila On Seven itu.

“Terimakasih Bagas, sekarang aku takkan galau untuk pergi. Aku pasti kembali untuk menemuimu..”
Dan Flo bersama kedua orangtuanya terseyum memasuki ruang tunggu Bandara.
***

Saat kau disisiku Kembali dunia ceria Tegaskan bahwa kamu Anugerah terindah yang pernah kumiliki....

Bandara Internasional Kuala Namo.

“Bagas, I’m Back” Seorang wanita segera berjalan menuju seorang lelaki yang sedang mengembangkan tangan untuk menyambut dirinya.

#NULISRANDOM2015

Saat Matahari Hampir Terbenam

Hangat.

puku 4 sore, dan aku masih menggelayut manja pada buku-buku.

aku takut matahari terbenam. aku takut kedingingan.

aku suka cahaya matahari yang menerjang jendela menghangatkanku.

tapi aku tau sebentar lagi ia kaan meredup.

aku takut matahari terbenam. aku takut kedingingan.

kamu, maukah memelukku?

#NULISRANDOM2015

Untuk Kamu

'Hai kamu

sudah lama aku tak menulis surat cinta, tapi jujur kali ini aku tak tau kamu siapa. bila di tanya siapa yang ku suka, ku katakan aku suka semuanya. tapi untuk kamu, aku benar-benar tidak tahu siapa kamu. kamu yang akan aku temui entah dimana, kamu yang akan aku jumpa di waktu kapan, kamu yang sudah aku duga, atau kamu yang tak terduga.

sudah lama hati ini terasa kosong, bukan kosong karena kegalauan. tapi kosong dalam rangka pembersihan diri. percayakah kamu bahwa ini semua untuk kamu?

segala perasaan khusus yang akan bertunas segera ku tebas, kucabut sampai ke akar. karena kau tak mau ketika kau datang, unsur hara di hati ku sudah habis di makan perasaan yang lain.

memang ada bagian yang sulit untuk benar-benar ku perbaiki. tapi percayalah aku sedang berusaha keras. akar-akar yang bersisa akan aku bersihkan dan ku buang. 

aku mengadu pada Tuhan untuk di beri hati yang baru, walau aku tau itu tidak mungkin. tapi astaga, air mata ku semakin deras mengalir ketika ingat bahwa sewaktu-waktu kamu akan datang sementara hati ku belum terpulihkan.

status tentu belum cukup. sejak aku mengenal sebuah perasaan, aku memang menjaga agar tidak kebablasan, mungkin banyak yang tak percaya sekalipun aku tak pernah mencicipi rasanya pacaran. tapi rasanya cinta yang bergelora? hahahaha. sudah tak usah di bahas. aku bisa gila mengingat maksiat hati yang kulakukan.

sungguh untukmu aku benar bersungguh-sungguh. bayangan-bayangan yang muncul sebelum kedatanganmu akan segera ku enyahkan.

untuk kamu, yang berani menemui wali ku'

#NULISRANDOM2015

Kesal

KAU TAU AKU BISA MARAH
KAU TAU AKU BISA EMOSI JUGA
KAU TAU AKU MASIH MANUSIA
KAU TAU... kan?

tapi kata ibu tak boleh begitu
tapi kata ibu hati ini harus terkendali
tapi kata ibu jangan mendendam
tapi kata ibu....kan?

KESAL
MARAH
MENYALAHKAN
SEMUANYA

Tuhan tak menciptakan mu seperti itu
Tuhan tak menciptakan mu untuk merusak
Tuhan menciptakan mu sebagai khalifah
Tuhan menciptakan mu untuk menjaga dunia

Ingat kata ibu,
Ingat perintah Tuhan,

Jangan kesal lagi ya, sayang?

#NULISRANDOM2015

Pemilik kata

siapa disana
seseorang?
atau benda?
dia masih di dalam bayang-bayang

siapa disana?
hewankah?
atau manusia?
aku takut salah menerkah

dia pemilik kata
yang tak kuimbangi bahasanya

dia pemilik kata
yang membuatku seperti sakit jiwa

Buku.

#NULISRANDOM2015


(Se)Kilas

     Aku menatapnya lekat-lekat. Seseorang yang duduk santai menikmati cemilannya. ia sedang menikmati pemandangan di danau komplek ku. menikmati senja yang sebentar lagi menunjukkan diri dengan malu-malu. Terkesan cuek memang. Ah, atau ia sedang membiarkan ku menikmati matanya itu? senyumnya yang selalu merekah itu?

     "Na, udah mau maghrib. Ayo pulang." Ia berdiri dan menggenggam pergelangan tangan ku dengan sedikit memaksa. Tangannya bergetar. Aku sangat suka membuatnya kesal. meski ia menarik tanganku aku tetap tak beranjak dari rerumputan yang aku duduki. "Ayolah Na, Aku males deh kalau kamu mulai begini. Aku kan sudah janji pada Ayah mu hanya sampai sore." Ia mulai menarik pergelangan tanganku. 

Aku menatapnya nanar, berharap ia memberi ku sedikit waktu lagi disini. "Ayo sayangku." Ia mengucapkan itu dengan sangat lembut. aku beranjak berdiri di tuntun tangannya yang....kurus. Tulangnya terasa mengenai kulitku. Di hujani cahaya senja,kami berjalan pulang.

*****

Ryan. Aku mengenalnya dari kecil. Pertemuan pertama ku ketika umur ku baru 7 tahun. Dunia ku yang penuh kesendirian dan keheningan menjadi terusik olehnya. Badannya yang tambun menghalangi cahaya siang yang masuk dari jendela besar ruang tamu ku. Aku masih tak perduli. Dengan tubuh tambun nya ia mondar mandir yang menyebabkan sinar matahari selang-seling menerangi ruangan itu. aku mulai terganggu.Dunia ku merasa terusik. aku bersiap-siap untuk menghadriknya.
      
  "Eh,itu, kamu... anu..." Ryan yang ketika itu belum ku kenal membuka suara terlebih dahulu. Aku diam menanti lanjutan kalimatnya.
       
 "Kamu.. itu, kamar mandi dimana? aku..aduh..kamar mandi...itu Papa gak ada aku mau aissh..." Dia terlihat sangat bingung menyampaikan kata-katanya. Tapi aku cukup bisa menangkap maksudnya. Aku berdiri tanpa berkata apa-apa. Tanpa di suruh ia mengikuti ku. Melewati lorong-lorong rumah ku yang seperti kastil tua. kamar-kamar tua menghamburkan bau obat-obatan yang kurang aku sukai.
       
 "Ka..kamar mandinya di mana sih?issh... aduh.. aku mau pi..phiiiss" tiba-tiba Ia memecahkan keheningan. aku menoleh. mendelik. yang mau nunjukkin kamar mandi siapa juga?. Aku berbalik badan dan kembali ke ruang tamu dan menuju sudut ruang tamu. jari ku mengacung mengarah ke pintu kayu yang memiliki banyak lubang-lubang vertikal di bagian bawah pintu. pintu kamar mandi. Ryan segera berlari menghambur ke arah pintu. tangannya kanannya dengan cepat memegang handle pintu sementara tangan kiri nya menahan bagian selangkangan nya. rusuh sekali. sebelum ia menutup pintu ia menatap ku.
     
   "Jangan pergi dulu ya!jangan pergi! tungguin aku!" Brak! Ryan menutup pintu. aku terdiam di depan pintu. bukan untuk menunggunya. walau pada akhirnya aku menunggunya. Lama sekali? pikir ku sambil melirik jam besar di atas pintu. di rumah ku jam ada di mana-mana. Eh?apa dia pingsan?atau bunuh diri di kamar mandi seperti di komik detective? khayalan ku mulai menceracau kemana-mana.
       
"krieet" pintu kamar mandi terbuka. Lamm.. hampir saja aku keceplosan berkata 'lama sekali' . 
      
"Ehehehe.. lama ya? iya nih, aku ga tau kalo pipis kok  lama ya? ehehe... oh iya, nama aku Ryan" Ia mengulurkan tangannya sambil nyengir.
        
Eh? dia kan abis dari kamar mandi? tangannya..euuh
        
"HIH!"  dengus ku keras. aku berlari meninggalkan Ryan si bocah tambun menuju kamar ku di lantai 2.

*****

       Setelah pertemuan pertama itu ia semakin sering ke rumah kastil ku. sejak pagi sampai sore. walau saat pagi ia ada di ruangan ayahku bersama papanya. saat ku tanya, pipi gembulnya hanya terangkat ke atas. lalu kami bermain kembali. begitu setiap hari. Sekolah?
       
Aku memang tak pernah mengenyam bangku sekolah sejak kecil. Tapi aku bisa membaca, menulis dan berhitung dengan sangat baik. Ayah bilang aku anak yang cerdas. dan wajahku juga cantik seperti mendiang ibuku. Ya,saat aku lahir ibu meninggal. Sementara Ayah kala itu malah menolong hidup orang lain. Aku menjadi sangat pendiam dan bermain dengan imajinasiku sendiri. Aku hampir tak perduli dengan orang-orang sekitarku sampai akhirnya kedatangan Ryan mengusikku.
     
 "Aku ga bisa sekolah lagi. Padahal ada cewe yang aku suka di sekolah." Celotehnya suatu ketika. aku tak bergeming. tangan ku sibuk menyisir rambut barbie.
    
  "Di sekolah rame. temannya banyak. tiap pagi papa antar aku sekolah dan aku bisa main dengan banyak orang. gak kayak sekarang. aku di antar kesini mulu dan cuma punya teman kamu." Dahi ku mengernyit mendengarnya. Hah,teman? sejak kapan?
     
 "Anna." aku menoleh. "kamu gak mau tau kenapa aku ga bisa ke sekolah lagi?" Aku menggeleng.
      
"Aku kena kanker di kandung kemih." dia melanjutkan tanpa ku minta. namun kali ini kau tak mengacuhkannya.
      
"Ryan.. kena kanker?" aku terdiam. dan dia juga terdiam lama.

******

Entah sejak kapan aku jatuh cinta dengannya. semua mengalir begitu saja. bahkan aku lupa kalau dia berada di rumah ku karena penyakitnya. Terkadang aku berpikir jahat berharap agar dia tidak sembuh agar dia tidak punya alasan untuk keluar dari rumah ku. seperti saat dia akan melakukan pengobatan di luar negeri selama seminggu. aku sangat kehilangan dan takut dia akan sembuh. tapi ternyata tidak. dia masih perlu rehabilitasi dengan ayahku.

*******

Kini semua usai. Sejak terakhir kami pulang di hujani cahaya senja, keadaanya semakin memburuk. dia di isolasi di kamar khusus. lalu dia.... meninggalkan aku untuk selamanya.

kilasan-kilasan tentangnya masih berkecambuk di hati dan pikiranku. aku bingung, dulu aku tak ingin dia sembuh, namun karena penyakitnya dia malah pergi dan tak kembali. 

#NULISRANDOM2015


       
            


Janji yang hilang

'ya aku kesana satu jam lagi' -send

'bener ya bang?'-received

'iya, aku janji' -send

****
Rizki...?

aku telat menjemput Rizki satu jam dari waktu satu jam yang aku janji kan. sekarang aku melihat Rizki menjadi korban bom bunuh diri di sebuah mall tempat dia menungguku. kejadiannya setengah jam yang lalu.

#Nulisrandom2015

Tags