HE,SHE,THEM #1

HE : SHE IS ANNOYING


      Putra mengelap keningnya lagi. peluh bercucuran membasahi rambutnya yang super pendek karena baru dipotong. Terik matahari tak kenal ampun untuk menghitmakan kulitnya yang terlihat sedikit putih karena libur hampir 1 bulan di rumahnya. setengah jam sudah ia dan peserta MOS lainnya di jemur untuk mendengarkan pengarahan dari senior yang di koridor sekolah. Yap, semua senior di koridor, terlindung matahari siang. sedangkan junior di lapangan dengan wajah sudah memerah kehitaman.
      "jadi besok kalian harus membawa semua perlengkapan tanpa kecuali ya adik-adik. Paham?!" Akbar,sang ketua osis memberi pengarahan dengan mic. semua kopak menjawab pertanyaan Akbar "PAHAM KAK!!" seua peserta langsung bilang paham suapaya cepat. soalnya udah panas banget.
       "kak,kak,kak!" terlihat tangan kecil dengan gelang besi putih yang menimbulkan suara 'krincing-krincing' mengacung-acungkan tangan ke atas.
dengan malas salah seorang senior mendatangi cewek berambut hitam sepunggung itu tentunya dengan melindungi wajahnya dengan kertas.
       "ada apa dek?cepetan, panas nih" ketus senior itu.
       "kamar mandi kak!dimana? cepetan kebelet nih dari tadi!" ujarnya dengan nada lebih ketus.
       "sono noh." ujar senior itu sambil menunjuk asal.senior berambut shaggy ini jadi bete karena di tanya dengan nada seperti itu. ia nyadar sih kalau ia yang salah dulu. tapi gengsi dong kalo ramah sama junior. kakak kelas gito loh.
       "Mana tau saya kak kalo nunjuk kayak gitu,minimal anterin kek!" bujuk cewek dengan kulit kuning langsat khas orang Asia. tetep dengan suara jutek. Putra mengelap kenignya lagi dengan sapu tangannya yang sudah setengah basah. ia menggerutu dalam hati 'ini cewek bikin lama aja,repot banget sih'
       Peserta MOS yang lain mulai bekoar-koar karena kepanasan, "kak! panas nih, cepetan napa sih", "iya udah, tinggal anterin dia aja kok susah!" semua peserta MOS menyudutkan senior yang mendatangi cewek tadi. Merasa terpojok senior ini berniat mengerjai junior. dengan cepat ia menunjuk seorang junior.
       "Kamu!" telunjuk dengan kuku berkuteks ungu itu menunjuk ke arah putra. putra celingukan.
       "Iya, kamu yang celingukan!yang pegang sapu tangan!sini!" ualng senior itu lagi. Putra dengan ragu menghampirinya. "Ke,kenapa kak?"
       "Tadi kamu yang salah kamar mandi kan?yang masuk kamar mandi cewek? sekarang anterin dia ke sana!" senior itu tersenyum senang karena berhasil membongkar salah satu 'aib' juniornya. putra bengong plus kaget. sementara itu junior yang lain menyorakinya.
       "cepetan pergi!" Hadrik senior itu sambil mengibaskan rambutnya.
       "eh, uh, iya kak. " putra pergi. tapi iya segera tersadar kalau cewek tadi belum beranjak dari posisinya duduk. "hey,ayo" ajak putra. cewek itu bergerak. alhasil ia di sorakin lagi. mereka di sorakin.
******
       "Ah, kamu bikin repot aja,hari ini baru pengarahan aku udah malu. huh. gimana besok aku ya." Putra mencoba membuka pembicaraan. cewek itu tak memberi respon. iya hanya menatap datar dan terus mengikuti putra. Putra jadi keki. ia pun diam sampai di depan kamar mandi. "masuknya perlu aku temenin?" putra mencoba bercanda. cewek itu langsung masuk dan mengucapkan sepatah kata.
      "Mesum."
     Putra langsung tamapang muka bego.gondok tepatnya. ia pun menunggu sampe cewek itu keluar. dngan hati gondok setengah mati. tak lama cewek itu keluar. ia langsung berlalu di depan putra dan berjalan cepat melintasi koridor untuk kembali ke lapangan. cewek itu langsung meninggalkan putra tanpa basa-basi. Putra makin pasang tampang bego. baru kali ini ia jumpa cewek kayak gitu. 'Ah,jangan sampe aku berurusan lagi dengannya.'tekadnya. 'oh iya,nama dia tadi siapa ya? ah ga penting juga ah.' putra berjalan santai kembali kelapangan.
Cewek itu gak jelek. cantik juga enggak. Menyebalkan. IYA. -Putra,15-

       
      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kalau ada yang ga bagus tolong dikasi tau ya, biar penulis bisa menyempurnakan tulisannya :)
kalau ada ide lanjutan cerita juga di terima...
Makasih :D

Tags