Lagi-lagi Tulisan Tentang Hati

Qalbu. hal yang paling istimewa diciptakan oleh Tuhan untuk makhluk ciptaan paling sempurna.
Aku mempelajari bagaimana syarat-syaraf neuron otak bekerja untuk menghasilkan buah pemikiran.
Lalu aku tak mengerti sesungguhnya bagaimana sebuah perasaan bekerja.
Kata orang-orang....
Itu semua dari HATI

Syaraf ku bekerja lagi dua kali lipat memikirkan lewat posisi hati yang ku maksud.
dan posisi hati yang mereka maksud.
dan posisi hati dalam ilmu pengetahuan.
Liver? or Heart?
Letaknya saja aku tidak tahu persis.

Dari cinta yang dijuluki Monyet,
Sampai cinta sejati yang di akhiri pernikahan sehidup semati,
Tapi aku tak tau bagaimana sebuah perasaan itu bekerja
Bagaimana Qalbu bekerja

Lalu........
Suatu kali dadaku terasa berdebar kencang
Ada sesuatu yang menyesakkan didalam sana
apakah ini mesin dari perasaan itu?
ia bekerja terlalu kasar dan keras sehingga aku tak sanggup menahan gejolaknya.

Sudahlah hentikan.

Aku sudah jatuh cinta.

Tapi tak tahu pada siapa.

Cerpen Mencuri bayang dalam kiasan

Awalnya, aku tak pernah menyangka dengan kehadiranmu. Pertemuan di Pet shop 4 tahun lalu seakan membuatku tak percaya kalau pertemuan pertama kita pernah terjadi. Lalu kau lenyap menyisakan ruang hampa yang tak kusadari apa namanya di dalam hati ku. Sekarang, kau datang kembali.

tuutt tuuut tuuut
"ha..ha, ha...lo?"
"Ya, halo dengan siapa ini?"
"Anu... ehm... Perkenalkan nama saya Dewi dari departemen konservasi perusahaan XYZ...."
"iya, lalu?"
"benar ini dengan mas Gagah? eh, Pak Gagah Syahreza?" aduh.. keceplosan.
"Iya benar ini saya. Ada perihal apa ya Bu Dewi?"
"........"
"halo bu dewi?"
"Tuuut...tuut"

Ternyata aku masih belum sanggup menerima kenyataan. Ku tutup gagang telepon dan kuangkat kembali. ku tekan tombol redial dan ku serahkan pada Fitri yang berada disebelahku. dengan tergagap Fitri menyambut uluran ggang telepon dariku, selanjutnya ia lancar menyampiakn informasi yang seharusnya ku berikan untuk mas Gagah, eh Pak Gagah Syahreza.
*****
"Mumut, tadi aku gak sengaja dapat kontak pemilikmu dulu lo... kira-kira dia masih ingat ga ya sama kamu? Tapi ga tau juga sih itu beneran dia atau enggak..." tanya ku pada hewan lucu bertelinga panjang yang sedang asik makan wortel yang aku pegang.
"Muut... jangan asik makan mulu dong, respon dikit kek." Aku menarik wortel yang sedang asik dinikmati mumut. Mumut tersentak dan menatapku tajam seolah berkata "Kalau akau bisa ngomong ntar kamu kira aku hewan jejadian lagi" dan segera dia kemabli mendekati wortel yang ku tarik lalu semakin asik melahapnya. Ah... mumut...
*****
4 tahun lalu
Sudah sebulan aku hidup di kontrakan sendiri, rasa sepi entah kenapa sering menyelimutiku. Padahal semasa kuliah aku juga ngekos sendirian. Mungkin saja karena aku tidak terlau sibuk dengan tugas seperti saat kuliah. Sekarang, sepertinya aku membutuhkan pendamping. Dan disinlah aku sekarang berhenti. Di depan Pet shop.

kling kling cring....

Gantungan dream cacther yang di gantung di pintu pet shop berbunyi saat aku membuka pintu.
"Selamat datang mbak, mau beli makanan hewan atau beli hewan peliharaan mbak?" Dengan ramah pegawai berkucir ini menyapaku.
"Rencananya mau beli hewan peliharaan, tapi saya mau lihat-lihat dulu boleh?"
"oh boleh mbak silahkan silahkan...nanti kalau ada yang membuat mbak tertarik panggil saya lagi ya.." kata pegawai berkucir ini lalu pergi melayani pelanggan yang lain. Akupun dengan asik melihat-lihat hewan-hewan lucu disini.

kling kling cring....

"Mbak, disini bisa jual hewan peliharaan?" Tanya orang tak dikenal yang baru masuk tadi setelah mencolekku. Aku terkejut. etdah...gue dikirain pegawai...
"Maaf mas, saya bukan pegawai disini. Mbak! mbak!" Aku dengan spontan memanggil pegawai berkucir tadi. Si Mas itupun tanpa meminta maaf kepadaku langsung nyelonong ke arah si pegawai berkucir. ah.. ada-ada saja.
"YAH, KOK GA BISA SIH? KELINCI SAYA SEHAT KOK!" tiba-tiba si mas gak sopan tadi bersuara agak keras.
"iya mas maaf, tapi prosedurnya kami tidak menerima hewan yang bukan berasal dari peternakan yang sudah berlisensi mas..."
"Ya sudah, biar saja kelinci ini saya lepas dijalanan saja." Si mas gak sopan tadi berlalu dan keluar dari Pet shop. 

kling kling cring....

Dari dalam aku memperhatikan mas gak sopan tadi. Dan yang membuatku terkejut, dia melepaskan kelinci di tangannya lalu meninggalkan kelinci lincah itu berlompat-lompat ria ke arah jalan raya.

kling! kling! cring....

Aku berlari dengan cepat keluar dan menangkap si kelinci lincah tadi. Si mas ga sopan itu malah ngeloyor pergi dan menyetop angkutan umum yang lewat. Saat dia telah masuk angkutan umum, dia melihat ke arahku yang sedang berjongkok memeluk kelinci miliknya. Dia melambai sambil tersenyum ke arah ku lalu menujuk lehernya sendiri. Dan kendaraan itu berlalu dengan menyisakan tanda tanya besar pada diriku. leher? dia tadi menunjuk lehernya kan? kenapa lehernya? dia ga bisa ngomong?
"Coba cek leher kelincinya mbak, ada kalungnya tuh. Mana tau ada pesan.." Tiba-tiba si pegawai berkucir itu sudah ada di sebelahku. Aku masih diderai kebingungan. Namun, tangan ku bergerak untuk memeriksa leher si kelinci. Benar saja, kalungnya yang berbandul seperti cincin berisi sebuah gulungan kertas kecil. Aku membukanya.

Nama: Mumut
Lahir : di lubang tanah halaman Gagah Syahreza, 12 Januari 2011
jenis kelamin : pria tangguh
Kesukaan: Wortel rebus dan air gula merah

P.s rawat aku baik-baik ya, solanya majikanku harus pergi ke luar negeri selama 3 tahun dan aku ga bisa di bawa. Pemilikku jomblo lo. Manatau jodoh kalau kamu rawat aku.

P.s lagi. semoga yang rawat aku cewek.

Aku mengernyitkan kening. Hari gini masih aja ada hal konyol seperti ini. 
"Yuk mbak, kita pilih kandang dan perlengkapan buat mumut. Nanti didalam saya jelaskan cara merawat kelinci." Si pegawai berkucir dengan santainya menyuruh saya kembali ke toko dan membeli ini itu. Ya ampun... hari yang aneh. Sambil melangkah ke arah toko aku menatap kelinci lucu ini. senyumnya manis dan...hangat. HAH? HANGAT?!
"MBAK, KELINCINYA NGENCINGIN SAYA!" pekikku pada si pegawai berkucir.

*****
kling kling cring....
"Mia, aku mau beli kandang baru buat si mumut. Udah ga nyaman lagi buat dia kayaknya" Kata ku pada Mia, pegawai yang dulu rambutnya di kucir sekarang udah hijaban.
"Nah, aku bilang juga apa mbak... maunya udah dari bulan lalu mbak beliin buat si mumut, kasian dia.."
"Ya kan duitnya baru ada sekarang, ngurusin si mumut lebih ribet dari ngurusin bayi!"
"Loh, mbak dewi udah punya bayi? kapan nikahnya mbak?"tanya mia konyol.
"Miaaaaaa udahan ah becandanya!" Mia tertawa dan lalu ke arah gudang untuk mengambil kandang big size. 

kling kling cring....
"Mbak, kenal sama yang namanya Mia gak?" aku terkejut tiba-tiba bahuku dicolek seorang pria yang baru masuk ke Pet shop. Aku balik badan dan memasang wajah ketus. loh? eh?
"Aaaa.... anu..... Mia... cari mia ya? ada apa ya mas ga.. eh!" spontan aku menutup mulutku.
"Oh, kamu yang tadi pagi nelpon ya? Ibu Dewi dari Konservasi kan?" Tiba-tiba dia main tembak langsung dengan menyebut namaku. Aduh Mia... cepetan balik..
"Kok, kamu kenal saya?"
"Kan saya baca deh nama kamu, dan saya ingat dengan penelpon aneh yang pertema tadi pagi." Kata mas Gagah dengan cueknya. Sial, aku ga sadar masih pakai baju kantor dan bed nama yang menuliskan nama serta posisiku.
"Mbak ini kandangnya!aduh maaf lama ya mbak dewi!" ujar mia yang sudah balik dari gudang.
(bersambung)


 

Puisi Kucing Mati

KUCING MATI

Sabtu,
Kulihat kucing terbaring
Di pulau jalan dua arah
raganya masih utuh
kucing mati
kucing..

ia terlihat gagah
bulunya penuh merata
telinganya masih tegap
tapi ia telah tegang

ia mati
di kerubungi lalat
entah sakit
atau pertempuran kekuasaan

yang pasti, ajal

Contoh puisi bahasa inggris "Poetry Another Story at Sunday Night"

Hello guys, This is not the first time I write poetry other than Indonesia language. Previously, I had wrote a poem in Japanese language and some in English since junior high school. Although my english is so bad, I brave my self to share to you guys, my poems in English. I didn't use google translation to make this hahahaha. Like usual a poem rhyme at the end, then this poem too . Do not see the letter at the end, but speak loudly. Enjoy :)
puisi bahasa inggris, poetry


Another Story at Sunday Night

This is night
i saw my face
heart feel sad
full of tears

you are gone
from my world
heart so alone
actually broken heart

tomorrow is monday
i wanna passed away
can't see you day by day

can you come back
like dream to see you again
like a sorrow attack
my life just full of pain

and tomorrow is monday
i wanna passed away

to waiting you
in heaven i will do

Thank you for reading my poem!

Kau Tak Sempat - Cerpen

Entah apa yang sedari tadi aku lakukan di kamar. Men-scroll keatas dan kebawah lalu mengklik sembarang pada layar laptop ku. Sesekali mengesap kopi hitam dengan tangan kiri ku. Ah, kalau dia tau, pasti ia akan mengomeliku dengan tulisannya yang khas.

‘Tangan kiri itu tangannya setan loh,Bang’

Tapi, mana mungkin dia bisa tau aku minum pakai tangan kiri sekarang. kalau aku tak memberitahunya. Bertemu saja belum pernah. Tapi, aku sudah mengenalnya jauh lebih dalam dari orang-orang yang setiap hari bisa bertemu langsung dengan dia. Keluarga, teman-teman, kesehariannya, tempat tinggalnya, sampai tipe orang yang disukainya pun aku tau.

“Tok,tok”

“Siapa?masuk aja gak di kunci.” ujar ku tanpa menoleh ke arah pintu.

“Krieet” terdengar pintu kamar ku di buka.

“Eru nih bang, abang ada kertas HVS? HVS Eru habis bang.”

“Punya Galih?” Tanyaku sambil mengambilkan beberapa lembar HVS dari laci meja.

“Tinggal dikit bang, dia pun malam ini mau nge-print tugasnya juga, takut gak cukup katanya.” Eru menerima kertas dari ku. “Makasih ya, Bang.” Eru segera beranjak pergi namun ekor matanya menatap sesuatu di rak bukuku.

“Eh,bang? Undangan siapa nih bang?”Eru menujukkan undangan itu lalu meletakkannya di sebelah cangkir kopiku. “Temen jauh.” Kata ku singkat.

“Tapi alamatnya dekat kok ini bang. Masih satu kota nya. Apanya yang jauh? Abang ini la, hahahaha. Eh,aku boleh ikut gak bang?lumayan makan enak di bulan tua,hehehe.”

“Boleh.”Jawab ku pendek.”Tapi jangan ajak Galih ya. Dia malu-maluin kalo di bawa ke pesta.”

“Hahaha,oke deh bang!Aku balik ke kamarku dulu ya. Makasih HVS nya!” Eru pun keluar dan menutup rapat kembali pintu kamar ku. “Yo” jawab ku pelan. Entah di dengar Eru atau tidak.

Lagi, aku menyeruput habis kopi hitam ku dan melirik undangan itu. Perkenalan ku dengan dia 4 tahun yang lalu,terlintas di ingatanku.

***

Umur ku 22 ketika aku sibuk berkutat dengan skripsiku. Sudah jalan 1 bulan dari aku memulai tugas akhir ini. Selama 6 bulan terakhir aku fokus kepada kuliahku. Aku harus segera menyelesaikan pendidikan ku dan kembali ke kampung halamanku untuk menerapkannya. Yah,dimana lagi bisa aku aplikasikan ilmu pertanian ini kalau tidak di lahan bapakku?

Semula aku tidak percaya apa kata orang-orang betapa jenuhnya mengerjakan skripsi. Tapi sekarang aku baru merasakannya. Berbeda dengan kuliah setiap hari, saat skripsi aku serasa terisolasi dari manusia. Temanku berganti jadi Buku-buku tebal,catatan penelitian,tumbuhan di lahan penelitianku, jurnal orang lain dan laptop yang sudah menemaniku dari semester 1. Paling manusia yang ku temui selama sebulan ini hanya petugas perpustakaan,petugas adminitrasi kampus dan dosen pembimbingku.

Iseng aku Me-Minimize dokumen skripsi ku dna membuka Blog yang sudah tidak kuisi lagi kurang lebih selama setahun. Viewer nya jauh menurun dari masa-masa ketika aku rajin mem-posting tulisan pada Blog ku. Posting terakhirku bercerita tentang salah satu jenis tanaman yang dapat merusak tanaman lain. Dan aku lihat komentar yang masuk. Entah kenapa aku tertarik dengan salah satu komentar,

‘ah,seperti manusia ya. Kelihatannya warnanya sama tapi dia bisa mengubah warna orang lain. Layaknya tanaman yang berwarna hijau semua ttapi salah satu yang hijau dapat membuat tanaman lain coklat alias kering.’

Dahi ku mengkerut.’filosofis banget ini orang’ pikirku saat itu. Aku klik namanya yang tertuilis di kolom kometar. Dia memakai nama user ‘Bintang’. dan internet membawa ku menuju profil Blognya. Lalu aku membuka Blognya.

BINTANG.

KADANG TAK TERLIHAT TAPI TETAP BERSINAR.

Aku melihat-lihat postingannya yang baru berjumlah 4 post. Aku rasa dia baru punya Blog. Dan aku membaca psotingannya yang terakhir. Ternyata dia seorang mahasiswi baru di salah kampus yang terletak di kota yang sednag aku tinggali sekarang ini. Dia mahasiswi jurusan filsafat. Pantas saja bahasanya sedikit aneh, ternyata memang dia mengambil salah jurusan yang cukup langka di indonesia itu.

Sebagai seorang Blogger gentlemen, akupun meninggalkan jejak di Blog yang aku kunjungi.

‘ciye,ada maba nih. Salam kenal dari mahasiswa tingkat akhir’ Begitu isi jejak yang aku tinggalkan. Setelah itu aku menutup jendela mozilla dan kembali fokus ke skripsi ku.

Beberapa hari kemudian entah kenapa aku kembali terinngat dan penasaran apakah pesanku di balas oleh mahasiswi filosofis yang menggunakan nama Bintang itu. Dan saat aku membuka Blog serta beberapa media sosial milikku, aku mendapatkan kejutan yang lebih dari yang ku harapkan. Facebook ku di Add dan Blog ku telah di follow oleh seseorang bernama Yuna Chairunissa. Ternyata Yuna ini lah pemilik Blog ‘Bintang’. Satu hal yang aku kagumi pertama kali dari dia, dia tidak memakai nama facebook yang sedang ngetren kala itu. Dia tidak membuat nama Facebooknya dengan ‘Youna cantiEq eN Im03th’ atau ‘Yunayangcllalumelindu’. Dia cukup dengan nama lengkapnya saja.

Ketika aku melihat Blog Yuna beberapa hari yang lalu, aku tidak memperhatikan postinganya yang lain. Ternyata akulah yang pertama kali berkomentar di Blog dia sehingga dia kembali ke Blogku dan ingin berkenalan denganku lewat sosial media. Dia belum ikut dalam komunitas Blog manapun. Sedangkan Blog saat itu tidak terlalu ngetren di masyarakat awam sehingga teman-temannya pun tidak tahu kalau Yuna memiliki Blog. Wajar saja kalau tidak ada yang meninggalkan jejak di Blognya.

Sejak saat itu Aku dan Yuna selalu saling berbalas komentar pada postingan baru di Blog kami masing-masing. Selain komentar di Blog kami juga sering chatting dari media sosial. Aku bercerita tentang kesibukanku mengerjakan skripsi sedangkan Yuna bercerita tentang kehidupan barunya di bangku kuliah. Berkenalan dengan Yuna membawa angin segar kepada ku selama skripsi. Beberapa kali Yuna takut mengganguku saat mengetik skripsi sambil chatting dnegan nya. Namun aku jujur kepadanya bahwa dia sama sekali tidak menggangu. Justru aku yang jenuh kalau hanya terus-menerus mengerjakan skripsi tanpa teman ngobrol. Kalau sudah mulai larut malam aku menutup obrolan dengan menyuruhnya offline karena dia harus masuk kuliah pagi.

Sampai akhirnya skripsiku selesai lalu sidang dan tingal menunggu wisuda. Aku mengabarkan hal ini kepada Yuna. Dia sangat senang sepertinya lewat tulisannya dari chatting. Aku memintanya untuk datang ke wisudaku tapi dia langsung menolak dengan alasan di hari itu dia ada kegiatan di organisasi kampus. Aku pun memaklumi karena yang mengusulkan dia ikut organisasi di kampus pun aku. Padahal,aku penasaran sekali dengan wajah asli Yuna. Di Facebook nya dia memasang foto profil tokoh anime wanita. Fotonya bersama teman-temannya hanya ketika dia perpisahan SMA nya dan itu ramai sekali. Walaupun ada tag di wajahnya, mana mungkin aku bisa mengenali wajah seseorang yang kecil-kecil dan buram pula.

Setelah wisuda, aku pun kembali ke kampung dan mencoba berbisnis dari lahan Bapakku. Di kampungku agak sulit mendapatkan sinyal sehingga aku tidak bisa chatting dengan Yuna. Saat sinyal sedikit bagus aku membuka Blognya Yuna dan membaca kegiatan-kegiatannya yang rutin di postinganya. Sesekali aku masih mengomentari Blognya. Sebenarnya kalau bisa aku ingin berkomentar di setiap postingannya. Namun terkadang saat aku sudah mengirim komentar ternyata gagal karena sinyal.

***

1 tahun setengah di kampung ternyata pupuk yang aku jadikan skripsi dulu berhasil di kembangkan disini. Pupuk buatanku semakin besar permintaannya sehingga aku mengajari banyak anak muda yang hanya sampai SMA untuk membuat pupuk. Setelah banyak yang bisa, aku minta izin dengan bapak untuk kembali ke kota. Selain untuk mengembangkan sayap bisnis pupukku, aku juga rindu untuk sering berkomunikasi dnegan Yuna.

Lewat Blognya sekarang aku tau kalau Yuna sudah mulai santai kuliahnya menjelang semester 5. Dan dia juga menulis bahwa sekarang sedang libur kuliah selama 3 minggu. Aku pun mengabarinya bahwa aku sudah kembali ke kota. Dan dia dengan antusias memberitahu bahwa 3 hari lagi ada kopi darat dengan teman-teman komunitas Blogger yang kami ikuti berdua. Aku pun tanpa berpikir lagi langsung mengatakan akan datang. Ini adalah kesempatan pertama ku untuk bertemu Yuna. Lalu chatting kami berlanjut dengan banyak bercerita selama aku di kampung.

3 hari kemudian saat aku sudah bersiap-siap akan berangkat untuk kopi darat bersama teman-teman Blogger, tiba-tiba kepalaku pusing dan tak lama aku terjatuh di teras kontrakan. Pingsan. Handphone yang ku pegang tercampak dan mati. Tetangga langsung menolongku. aku pun tidak menghadiri kopi darat tanpa kabar.

Besoknya aku membuka obrolan lebih dulu saat chatting dengan Yuna. Sepertinya Yuna marah. Karena saat aku menghidupkan Handphoneku kemarin malam, aku melihat banyak pesan masuk ke handphone ku. Dari Yuna.

Benar saja, Chat ku tidak di balas sampai sore. Saat dia membalasnya katanya tadi pagi ia sibuk membantu ibunya dan tidak melihat chat dari ku. Lalu dia pun menanyakan kenapa aku tidak datang kemarin. Saat aku menjelaskan yang terjadi dia langusung menulis banyak kata maaf karena dia sudah berburuk sangka kalau aku ingkar janji. Setelah itu kami kembali hanyut dalam banyak obrolan.

Saat itu umur Yuna sudah 20 dan Aku 24.

Aku dan Yuna tetap menjalin komunikasi lewat kometar Blog dan Chatting. Obrolan kami semakin mendalam. Selain membahas kegiatan sehari-hari dan cerita soal keluarga, tiba-tiba kami masuk ke dalam topik soal pernikahan. Menurut Yuna, seorang laki-laki baru pantas menikah di atas umur 25 agar dia benar-benar sudah dewasa. Lalu Yuna bertanya pada ku kapan aku akan menikah. Dengan iseng ku tanya balik,

‘Kalau Yuna maunya kapan?’

‘Yuna ikut kata Mama Yuna saja bang. Kata Mama, Yuna baru boleh menikah kalau sudah lulus. Dan kemungkinan yang mencarikan pasangannya Mama. Yuna kan anak tunggal. Jadi kalau abang tanya Yuna maunya kapan menikah, Yuna gak tau bang. Ikut kata Mama saja.’

Aku tercengang membaca jawabannya. Dia anak tunggal. Wajar saja kalau orang tuanya akan menguasai keputusan secara penuh terhadap dirinya sampai ia menikah. Bagaimana jalannya agar aku bertemu orang tua Yuna ya? Jangan kan mau ketemu orangtua nya, jumpa anaknya saja sulit sekali. Setelah gagal bertemu di kopdar untuk pertama kalinya, pertemuan berikutnya kami tetap tidak bisa berjumpa. Saat aku datang, dia tidak datang. Saat dia datang, lagi-lagi aku yang tidak bisa datang. Seperti ada tangan gaib yang menghalangi kami untuk bertemu. Ah,aku tertular bahasa filosofisnya Yuna.

Terus begitu tanpa pernah berjumpa aku tetap berkomunikasi dengan Yuna. Sampai akhirnya Sebulan yang lalu Yuna pun wisuda dan untuk pertama kalinya Foto aslinya beserta orangtuanya di unggah di Facebook dan di masukkanya kedalam Postinganya di Blog.

***

Lalu, hari yang menyesakkan itu datang.

Saat itu aku sedang memeriksa laporan keuangan penjualan pupukku yang semakin berkembang di teras kontrakan yang di huni oleh 5 lelaki lajang seperti ku. Lalu Pak Pos datang dan menyerahkan amplop coklat berukuran sekitar 20x10cm. Tertera nama pengirimnya dari ‘Yuna Chairunnisa’. Dahiku mengernyit bingung dan segera jemari ku bergerak untuk membuka amplop coklat ini. Sebelum aku mengambil isinya sebuah sms masuk ke handphone ku. Aku lebih dulu menyambar handphone yang ternyata sms dari Yuna.

‘Abang,Yuna ada mengirim sesuatu ke rumah abang.Udah sampe gak?Alamat abang masih yang lama kan?’

Aku segera membalas,

‘Ya,sudah sampai. Ini baru mau di buka amplopnya’

Tak lama muncul lagi balasan dari Yuna

‘Sip! Harus datang ya bang! Pokoknya wajib!’

Aku jadi semakin penasaran dan langsung merogoh isi amplop. Ternyata sebuah Undangan Pernikahan dengan warna bernuansa kuning dan hijau. Tertulis 2 buah nama di depannya.

Fadlan & Yuna.

aku mengigit bibir dan serasa angin dari antartika menerpa tubuhku. Aku langung masuk ke dalam dan menaruh undangan itu di rak buku kamarku. Lalu aku terduduk di depan laptop. Aku menghidupkan Laptop dan pergi ke dapur seperti orang linglung lalu menyeduh kopi hitam dan ku bawa masuk kembali ke depan laptop yang telah sempuran menyala. Kopi ku letak di sebelah kiri. Sementara tangan kananku mencolokkan modem ke laptop. Segera ku buka jendela mozilla dan langung masuk ke halaman Blog Yuna. Secara acak ku klik postingan-postingan dia. Beberapa kolom komentar kulihat ada aku disana. Aku tak membaca lagi isi postingan itu. Aku hanya men-scroll atas bawah dan lalu kembali mengklik sembarangan postingan yang lain. Terus begitu sapai kopi ku habis.

***

“Bang,gak jadinya abang datang ke pesta itu?aku udah siap-siap ini” Eru yang sedang mengosok kemejanya mengingatkanku soal pesta hari ini.

“Apa kita harus datang?”Tanya ku pada Eru yang tidak tahu sebenarnya siapa yang mengundangku.

“Ya harus la bang, hari ini semua pada pergi. Karena abang bilang kita mau ke pesta itu aku gak beli lauk makan siang lah. Orang gak ada yang dirumah. Tinggal si Galih itu masih molor di kamarnya.” Eru mengungkapkan alasan yang sangat meyakinkan untuk ukuran mahasiswa sepertinya. Mau tidak mau aku pun beranjak ke kamar mandi. Kasihan juga Eru tidak makan siang kalau kami tidak pergi.

Aku melihatnya. Untuk pertama kalinya. Dari jauh aku langsung tau sosok Yuna. Jelas saja tau ‘kan dia yang menikah hari ini.

“Abang!” Yuna sedikit berteriak saat melihatku ketika aku mendekatinya untuk memberikan selamat.

“Selamat atas pernikahannya ya Yun. Semoga langgeng sampai tua nanti”

“Terima kasih abang. Abang juga harus segera nyusul ya bang!” Yuna lalu menoleh kepada suaminya. “Mas, kenalin ini teman Blogger ku namanya Bang Lutfi. Bang,kenalin suamiku,Mas Fadlan.” Yuna tersenyum lebar saat menegnalkan ku dengan suaminya.

aku menjabat tangan Fadlan. “Jaga Istrimu baik-baik ya” pesan ku pada Fadlan. Fadlan membalas dengan mengangguk mantap meyakinkanku sambil tersenyum.

Aku tak lama di pesta itu. Setelah Eru kenyang mengisi perutnya kami segera pulang. Dan lagu Sunny milik Bunga citra lestari tiba-tiba terngiang sepanjang perjalananku kembali ke kontrakan.

“Kau tak sempat,tanyakan aku... cintakah aku padamu....”

BAPER

bawa perasaan, menunggu, rindu, kangen
Waiting for you

Merenggut sepinya malam
Menyesap udara yang senyap

Ada wajah mu di linimasa milikku
dan aku, rindu....

ini malam
aku terbawa perasaan

Hilang Kendali

langit terlihat gelap
dari pagi sampai pagi. lagi.
Nafasku terasa megap
sepertinya besok aku akan mati

#Melawanasap

"Puisi Rindu" Senja Dalam Bayangan

Senja Dalam Bayangan


seburat garis kemerahan
yang perlahan menipis
meredup di telan keremangan
menelan hari yang telah habis

aku masih menunggu,
adakah sosok disana
bayangan dalam senja
atau senja masih dalam bayangan?

Meski senja ikut menelan waktu yang tersisa
Penantian ku, belum berakhir.

Rabu, 30 September 2015
02:45, menunggu mega.

Puisi Kontemporer Singkat : Minggu

Contoh Puisi Kontemporer Singkat :
puisi kontemporer singkat i hate sunday aku benci hari minggu

MINGGU

Aku tidak suka hari Minggu
karena

Besoknya hari Senin

M. Ardhina
20 September 2015

Puisi Rindu : Dalam Bayang Kerinduan


Puisi Rindu : Dalam Bayang Kerinduan


Puisi Rindu : Dalam Bayang Kerinduan
lebih baik aku berpaling sejenak...






Kabur...


tak ada kejelasan disana


akan terang


ataukah menjadi terang






Menyesakkan...


dalam bayang-bayang


hanya pandangan kabur


yang menimbulkan harapan






Disini...


dalam kerinduan


yang takut diperjuangkan


akankah jadi kenyataan?






Hanya saja...

dalam bayang kerinduan


tanpa ada keputusan


menatap kabur






Masih...


menunggu bayang menjadi nyata


rindu tersampaikan


usai






Jangan...


berasumsi siapa


wujud bayang kerinduan


bisa jadi itu,






Kamu?

Tags