Puisi Renungan Hati Islami : Yang Terakhir

Puisi Renungan Hati Islami : Yang Terakhir

Yang Terakhir

Kehidupan ini akan berakhir
bumi yang kau agungkan ini akan hancur
dan air berhenti mengalir
dan gunung siap untuk melebur

bila kita terus seperti ini
mengais-ngais kenikmatan tak berarti
hasrat penuh dengan nafsu duniawi
lupa memberi makan sang rohani

siapa di sana yang akan menanti
mempertanyakan amalan setelah mati
malaikat dengan cambuk dan belati
atau menyajikan padangan indah semi surgawi

siapkah kita untuk itu semua
karena takkan kesempatan kedua
bilamana kau sedang tertawa
dan usai milikmu sebuah masa

ini yang terakhir
usahamu merayu Illahi
saat kau mengucap takbir
untuk melintasi kehidupan setelah ini

#NULISRANDOM2015

Gak nyangka beneran bisa nyelesaikan 30 hari terus menulis di blog. Seakan-akan imajinasi itu bermain-main sendiri dalam kepala ini. Bermula dari celoteh di grup BBM yang setelah itu tercetus lah tantangan ini dari seorang yang suka menantang orang :D karena pantang di tantang, jadilah 30 hari dengan terseok-seok tetap rutin menulis. pertamanya lancar membuat postingan terjadwal. besok-besoknya malah utang tulisan. bersama rekan-rekan lainnya saling menyemangati di grup BBM. dan akhirnya selesai. Sampai bertemu di tantangan berikutnya kakak-kakak dan abang-abang yang ucul nan kiab :D

Cerpen Kisah Pernikahan Baru : Bila Ini Saat Terakhir Bersamamu

Cerpen Kisah Pernikahan Baru : Bila Ini Saat Terakhir Bersamamu


"Bang, jika aku lebih dulu menemui Illahi kau akan baik saja kan?" ujar perempuan muda itu sambil tersenyum menatap lelaki yang berada di depannya.


"Dirimu bicara apa Dik, kita baru setengah tahun bersama mengapa kau bertanya tentang hal itu?" balas lelaki yang sore ini mengenakan kemeja oranye sambil menujukkan wajah gusar.


"Kau tak memiliki penyakit parah sebelumnya kan, Dik?" lanjutnya. Perempuan bertudung hijau itu menggeleng mantap sebagai jawaban tidak.


"Takdir memang sudah menuliskan pertemuan kita bang. Namun takdir juga berhak memisahkan kita tanpa alasan di luar logika manusia."


"Abang percaya takdir, dan jika itu terjadi tentu tak ada yang bisa abang perbuat selain mendoakan mu dik. Abang juga tak bisa berjanji jika dirimu yang lebih dulu abang tetap setia pada cintamu di dunia ini." jawab lelaki itu jujur. Lalu lelaki itu bertanya balik,"Bagaimana jika Abang yang lebih dulu menghadap Illah, Dik?"


"Aku akan mati bang. Aku akan membunuh diriku di dunia fana ini." jawab perempuan muda itu dengan tenang lalu menyesap lemon tea hangat miliknya. sementara sang lelaki terperanjat dan matanya terbelalak.


"Maksud mu apa dik?! selemah itukah iman mu?! ku nikahi kamu karena keteguhan agamamu! dan hanya karena kepergian diriku kau akan melakukan hal yang di laknat Allah?!" sentak lelaki itu keras sampai kopi miliknya sedikit terguncang. Burung-burung gereja yang sedang asik istirahat di pohon cemara taman kecil mereka pun terbang karena terusik.


"Bang, tidak sesederhana itu." Wanita itu berusaha menenangkan lelakinya sambil menangkupkan kedua tangannya di tangan sang lelaki yang sedang mengepal di atas meja. ia melanjutkan jawabannya. "Jumlah lelaki dan wanita saat itu perbandingannya sangat kontras. Jika aku kehilangan mu Bang, maka aku takkan mungkin menikah lagi. Aku takkan pernah menikah dengan lelaki yang sudah pernah menikah apalagi poligami. Sehingga aku harus membunuh perasaanku agar perasaanku kepadamu tetap terjaga. Jika kau pergi setelah kita memiliki keturunan, maka aku harus membunuh nafsu duniawi ku. aku hanya mengurus anak dan mencari nafkah untuk seluruh kebutuhan mereka. tak lebih, untukku hanya jika aku benar-benar butuh. aku akan tetap melanjutkan hidup tanpamu bang, aku tetap makan dan sehat tanpamu bang, aku malah akan lebih banyak beribadah agar di kehidupan selajutnya kita dapat kembali di pertemukan. Dunia ini fana, yang ku inginkan adalah cinta abadi di kehidupan berikutnya bang."


"Dik... sungguh aku yang menjadi rapuh mendengar jawabanmu. sungguh aku yang menjadi sangat takut kehilanganmu. Seakan-akan aku takkan bisa sendiri tanpa seorang pendamping..." lelaki itu menggenggam erat tangan perempuannya.


dan di sore yang semakin meredup mereka menyelesaikan diskusi mereka dengan saling menyentuhkan dahi mereka satu sama lain.

*****
*Terinspirasi dari pasangan muda yang sangat bijaksana.


Cerpen Islami Rasa tanpa Rasa

 Rasa tanpa Rasa

"Fan...." panggil ku. yang empunya nama tak bergeming. "Fanny..." ulang ku lagi. Fanny masih terseyum-seyum sendiri menatap layar smartphone miliknya.
"FANNY!" sentakku kencang sambil memukul bahunya. Fanny terlonjak.
"UWOY! Biasa aja kali manggilnya! kaget aku." sejenak perhatiannya menoleh kepada ku. beberapa detik kemudian ia kembali menekuni layar smartphonenya. Aku jadi geram sekali. "liat apa sih?" tanya ku penasaran.
"Eheheheee, cakep gak?" Fanny menunjukkan layar hapenya ke arahku. aku melihat seorang lelaki dengan tampang setelan ikhwan1 tersenyum lebar menghiasi layar hape Fanny.
"Siapa?" tanya ku.
"Belum kenal sih, tapi orangnya ramah lo. Aku udah ngeadd facebooknya, follow twitter sama IG nya trus juga aku udah ada pin BB nya. Linenya juga ada. hehehehe." kata Fanny dengan wajah kesemsem.
"Jadi apa kabar dengan Akhi2 yang kemarin sudah datengin Ayah mu buat ta'aruf itu?"
"Belum ku jawab Sher... Aku ragu..."
"Kenapa?karena kamu suka dengan ikhwan ini?" desakku sambil menunjuk lurus ke hape Fanny.
"Hush! enggaklah, aku kan cuma menjalin pertemanan Sher! Sillaturrahmi lo!" Lalu Fanny memasang wajah bingung.
"Nah lo, wajah kamu menggambarkan kegundahan mu Fan...." usikku. Fanny terdiam. Matanya menatap lurus seakan menembus dimensi yang lain.

Aku dan Fanny dibesarkan di lingkungan pesantren. Kami berdua tidak pernah pacaran karena tau hukumnya mendekati zina. Sekarang umur kami sudah 22. Fanny sudah menyelesaikan kuliah ekonomi syariahnya tahun lalu. Sementara aku masih sibuk menyusun skripsi di jurusan farmasi. walau belum selesai aku menerima ta'aruf dari seorang lelaki bulan lalu. Usai aku wisuda lelaki itu janji untuk segera mengkhitbah. sejauh ini kami baru dua kali bertemu. Sementara Fanny, perawakannya yang feminim, lembut, cantik dan sholehah menjadi incaran banyak lelaki. Namun, setahun ini sudah belasan lelaki yang ia tolak. Fanny terlalu takut karena ya seperti tadi, ia suka berteman dengan ikhwan-ikhwan cakep yang berseliweran di media social tapi malah tidak ada yang berani mendatangi ia secara syariat. sering aku ingatkan, tapi alasan Fanny adalah untuk sillaturrahmi.

"Sudah ishtikoroh?" tanya ku pelan. Fanny membalasnya dengan gelengan kepala yang pelan pula.
"sama seperti sebelum-sebelumnya Sher, gak ada jawaban..." keluhnya.
"Berarti ada yang tidak betul Fan, kamu istikhoroh mempertanyakan seseorang yang datang untuk hati mu. padaha; di hati mu sudah ada rasa untuk yang lain... bagaimana jawaban itu bisa masuk..?" cecarku.
"Tapi sungguh Shera...aku gak ada rasa! sungguh!"
"Kalau gak ada rasa kenapa senyum-senyum lihat foto tadi?"
"Yaaaa kan aku suka lihat cowok yang tampangnya manis Sheer... ini bukan Rasa kok, cuma suka liat mukanya aja..."
"Yaelah Fan, Rasa tanpa Rasa omong kosong macam apa itu."
"Jadi aku harus memutuskan jalinan sillaturahmi dengan ikwan-ikwan cakep ini?" Fanny men-scroll daftar pertemanan di Facebooknya.
"Bukan di putuskan, tapi berkomunikasilah seadanya. jangan sering lihat fotonya. ingat! Pandangan pertama itu nikmat, pandangan kedua itu maksiat."
"Lah,itu kan cuma berlaku pas orang aslinya lewat?" Fanny mengelak polos.
"Jaman Rasul belum ada Instagram Fanny! Aqli di pake dong. Naqli juga dipahami bener-bener! iiiihhhh" aku mencubit pelan lengan Fanny dengan gemas.
"Aw,aw, iya deh iya!" Fanny menepis tanganku dari lengannya.
"gini aja deh, aku sita smartphone mu 1 minggu aja. selama itu dirimu harus istikoroh. tepiskan semua rasa yang ada. netralkan hatimu. tanya sungguh-sungguh sama Allah. nanti kalau sudah ada jawaban segera kasih kepastian!" aku merampas smartphone dari tangannya. Fanny terseyum dan setuju dengan jalan keluar dari ku. ia memang benar-benar kecanduan smartphone belakangan ini.

Ah, Rasa tanpa Rasa. Sesulit itu kah mengendalikannya?

*1: lelaki muda berjanggut tipis tanpa kumis dan berwajah bersih terlihat rajin beribadah
*2: sebutan untuk saudara laki-laki dalam bahasa arab
#NULISRANDOM2015

Flash Fiction bertema Perang Kabut Kelabu Jam 6 Pagi

Kabut Kelabu Jam 6 Pagi

Masih jam 6 pagi. Langkah kakiku yang di balut kaus kaki dan beralaskan sendal menyusuri jalanan dari masjid menuju kembali ke rumah. Bersama beberapa nenek-nenek yang sudah mulai terseok-seok melangkahkan kakinya. Ada pula beberapa ibu-ibu yang sibuk memegang sarungnya sambil sedikit berlari mengejar anak kecilnya yang kesana kemari. Lasak.

Aku menatap langit. terlihat kabut kelabu di jam 6 pagi ini. Tak biasanya seperti ini. Seharusnya aku sudah bisa melihat guratan cahaya matahari yang tersirat di balik awan, muncul dengan malu-malu. tapi hari ini terlalu kelabu.

Sedikit aku menghirup udara berharap dapat menangkap oksigen karena kurasakan dadaku perlahan terasa sesak. Tapi bukannya segar aku malah semakin sesak nafas. Ku tarik lagi nafas ku lebih dalam. Aku malah merasa ingin muntah. Sesak nafas. Mual. kepala ku pusing karena benar-benar kekurangan oksigen. mataku sayup-sayup menangkap pandangan nanar seorang nenek yang sudah terduduk di jalanan. ku putar lagi arah pandangan ku yang semakin samar, sang ibu dengan nafas satu-satu memeluk anaknya yang menangis karena sudah sangat sulit bernafas. Aku melihat ke atas dan mendapati sebuah kapal terbang dengan kecepatan tinggi melintas. kapal terbang yang saat kecil aku senang karena asapnya membentuk awan-awan lucu di angkasa. dan aku sadar...

inikah senjata biologis yang mereka bicarakan itu? dan jam 6 pagi di antara kabut kelabu, desaku menjadi korbanya.

#NULISRANDOM2015

Mantra Cinta Paling Ampuh

MANTRA

Ku rapalkan kata-kata dari berbagai dukun ternama
hanya untuk menarik perhatian mu saja

kasih ku...

Ku rapalkan kata-kata dari berbagai buku mujarab
hanya untuk pandangan mu ke arah ku terikat

kasih ku...

Ku rapalkan kata-kata dari petuah pejuang cinta yang ku jumpa
hanya untuk memikat hatimu yang tak kunjung terbuka

kasih ku...

Sampai akhir ku baru temukan sebuah mantra
Mantra cinta paling ampuh yang baru tahu

kasih ku...

Mantra yang ku bisikkan ke bumi
lalu menembus langit
Mantra yang langsung masuk ke hati
membuang rasa yang pahit

Mantra itu bernama...
DOA

yang selalu ku panjatkan
untukmu
Kasih ku...

#NULISRANDOM2015

Langit tanpa ujung

tapak-tapak kecil melangkah
menyusuri bunga-bunga yang baru merekah
pipi bundar yang memerah
terseyum lugu kembali ke Illah

tangan kecil mengapai-gapai
menyusuri jalanan tanpa henti
hitam berbinar menembus hati
mata yang sebelumnya pernah tersakiti

mereka bayi-bayi tak berdosa
yang muncul ke dunia tanpa sengaja
lalu hilang sia-sia
di telan nafsu dan emosi jiwa

mereka berjalan di langit tanpa ujung
menunggu waktu yang memberi penghujung
di hari kebangkitan
di hari pembalasan

mereka akan menanti orang yang mengembalikan mereka dengan cepat ke pada Illah.

*untuk bayi-bayi yang nyawanya nyaris tak berharga di mata fana manusia jahannam

#NULISRANDOM2015

In The Past

When I remember
A world before crazier
When every one
Right keep smile
Puisi bahasa inggris terbaru

When I remember
My kid world
No problem
No lie

But when I see
My world now
I grow up
To be teenager

Everyone changes
Everyone is busy
Everyone not cares
Everyone



#NULISRANDOM2015

tulisan ini sudah pernah di muat di personal blog saya tahun 29 Mei 2011

Sepasang Burung dengan Sepasang Sayap

Sepasang burung dengan sepasang sayap

Bisakah mereka terbang?

Ranting yang tertaut di pohon tanpa akar

Bisakah mereka berdiri?


puisi romantis terbaru


Dan aku,

Hanya burung dengan sebelah sayap

Dan aku,

Hanya ranting tak bertaut di pohon tanpa akar




Aku tak bisa lari

Aku tak bisa pergi

Menjangkau langit

Tanpa sepasang sayap yang menemaniku




Temukan aku

Bantu aku

Agar aku bisa

Berdiri dan terbang menatap dunia




Seseorang, yang memiliki

Sepasang sayapku

Seseorang, yang menyimpan

Tautan rantingku



#NULISRANDOM2015
tulisan ini sudah pernah di muat di personal blog saya tahun 7 juli 2010

SIA

HAUS!
LAPAR!
PANAS!
ARGH!

Ramadhan ke berapa ini?
dan kau sia-sia kan dengan kata-kata ini?

#NULISRANDOM2015

UJIAN

aku di uji
namanya ujian

setiap tahun di uji
namanya ujian

SD di uji
namanya ujian

SMP di uji
namanya ujian

SMA di uji
namanya ujian

Kuliah di uji
namanya ujian

Hidup di uji?
setelah Mati hasilnya

#NULISRANDOM2015

Tags