Tampilkan postingan dengan label puisi rindu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi rindu. Tampilkan semua postingan

Dewa(sa)

Kukatakan disini wahai sesama buronan

dari pelarian sebuah perasaan

yang berkhianat dan terkhianati?



Diksi yang kita pilih seringkali menyatu padu

seolah menjadi pembenaran bahwa

kita ditakdirkan untuk disatukan


Aku yakin pertemuan kita bukan kebetulan,

Ini hanya perantara untuk saling berkaca

dari salah satu ego manusia


Sanubariku memberontak

akan penolakan-penolakan yang kulakukan


Semua perasaan ini hanyalah...

buatan dari insan-insan kesepian


Insan yang hanya menipu dan memburu nafsu

Niat tulus yang dibangun telah hancur sejak jejak pertama ujub terkuak


Bukan dari diri yang dari niat, sudah diperbaiki dan terus memperbaiki

Mencari pasangan hidup sejati sebagai pemenuhan janji Illahi




Rupa

Rasa sesak ini semakin sering hadir
Mengisyaratkan rindu yang tak kunjung temu

Kehilangan mu yang sebenarnya tak hilang
Kabar ada tanpa rupa

Yang dulu menemani tak kembali
Yang dulu berbagi cerita tak ada lagi

Assalamualakum, kamu.

Sajak-Sajak Kehidupan

Sajak-Sajak

//Kadang aku terlalu takut merindu/
Bagaimana bila ia tak tersamarkan saat bertemu//

//Kadang aku terllau takut untuk kembali/
Kembali merasakan jatuh cinta/
Merasakan saat dunia hanya ada dirimu semata/

Lalu lainnya nyaris tak berarti//

Sebuah Rindu Tanpa Ruang

Dulu,
Di ruang waktu
Kita pernah bersama
Sebelum sukma dan raga bertemu

Dulu,
Di ruang waktu
Emosi sunyi mengartikan banyak hal
Untuk menemukanmu di ribuan semu


Mu, untuk mu yang terpisah
Kucari depa demi depa
Dalam hampa tanpa jarak
Setelah raga menapak

Mu, dalam dulu
Saat lauh mahfuzd menuliskan nama kita

Kita

Raga dan sukma telah menyatu
Segera kita kan bertemu

BAPER

bawa perasaan, menunggu, rindu, kangen
Waiting for you

Merenggut sepinya malam
Menyesap udara yang senyap

Ada wajah mu di linimasa milikku
dan aku, rindu....

ini malam
aku terbawa perasaan

"Puisi Rindu" Senja Dalam Bayangan

Senja Dalam Bayangan


seburat garis kemerahan
yang perlahan menipis
meredup di telan keremangan
menelan hari yang telah habis

aku masih menunggu,
adakah sosok disana
bayangan dalam senja
atau senja masih dalam bayangan?

Meski senja ikut menelan waktu yang tersisa
Penantian ku, belum berakhir.

Rabu, 30 September 2015
02:45, menunggu mega.

Puisi Rindu : Dalam Bayang Kerinduan


Puisi Rindu : Dalam Bayang Kerinduan


Puisi Rindu : Dalam Bayang Kerinduan
lebih baik aku berpaling sejenak...






Kabur...


tak ada kejelasan disana


akan terang


ataukah menjadi terang






Menyesakkan...


dalam bayang-bayang


hanya pandangan kabur


yang menimbulkan harapan






Disini...


dalam kerinduan


yang takut diperjuangkan


akankah jadi kenyataan?






Hanya saja...

dalam bayang kerinduan


tanpa ada keputusan


menatap kabur






Masih...


menunggu bayang menjadi nyata


rindu tersampaikan


usai






Jangan...


berasumsi siapa


wujud bayang kerinduan


bisa jadi itu,






Kamu?

Tags