366 Hari Bersajak - 17. Niat

Bagaimana aku menjelaskan

Bahwa aku tak pernah menjalin komitmen

Terakhir aku menaruh perasaan

dicampakkan dengan alasan cukup cemen


jika dikatakan hari-hari penuh kegalauan

bukan kah kita sering melangkah dalam kebimbangan

sering kali terjebak dalam keraguan

dan melihat masa depan tanpa kepastian


Apa takutmu melukaiku

Apa takutmu tak cukup untukku

Jika sejak awal sudah berpikir begitu

Jangan coba-coba bermain dalam zona kalbu


Kau tau bara?

Yang sekali terpantik akan menyala selama hidupnya?

Yang sekali terbakar akan panas selamanya?


Meski cuaca dingin, meski cuaca berangin


Ada cara memadamkannya,

Rendam dikedalaman

Benam dikepadatan

Pijak-pijak dengan kekuatan


Tegakah kau melakukan itu padaku?


dalam proses terus meminta sim (surat izin menikah)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kalau ada yang ga bagus tolong dikasi tau ya, biar penulis bisa menyempurnakan tulisannya :)
kalau ada ide lanjutan cerita juga di terima...
Makasih :D

Tags